Connect with us

ZONA DAERAH

Lolowang: instansi pemerintah wajib tetapkan indikator kinerja utama

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon Harold V Lolowang menegaskan, setiap instansi pemerintah wajib menetapkan indikator kinerja utama.

Hal itu dikatakan Lolowang saat membuka sekaligus memberikan materi pada Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkup Pemkot Tomohon, di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Tomohon Senin (18/3/2019).

Menurut LOlowang, Indikator Kinerja Utama adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi.

“Setiap instansi pemerintah wajib menetapkan indikator kinerja utama dan selaras antar tingkatan unit organisasi melalui indikator kinerja keluaran atau output dan hasil  atau outcome,” jelas Lolowang

Fungsi Indikator Kinerja Utama lanjutnya, memperjelas apa, berapa dan kapan suatu program atau kegiatan yang dilaksanakan memperjelas siapa yang bertanggung jawab dan yang melaksanakan indikator dimaksud.

Kemudian, menciptakan konsensus yang dibangun bersama oleh pihak terkait untuk menghindari kesalahan interpretasi selama pelaksanaan kegiatan dan dalam menilai kinerjanya, membangun dasar untuk pengukuran, analisis dan evaluasi kinerja organisasi atau unit kerja.

Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian Djoike Karouw, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setdakot Harny Korompis, para kepala perangkat daerah dan yang mewakili.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com