Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

ZONA DAERAH

Pemkot dukung Gernas Pemenuhan Hak Identitas Anak

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Wakil Wali Kota (Wawali) Tomohon Syerly Adelyn Sompotan didampingi Sekretaris Daerah Kota (Sekot) Harold Lolowang menghadiri Teleconferenc Gerakan Nasional (Gernas) Pemenuhan Hak Identitas Anak, di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon.

Di tingkat pusat, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Revitalisasi Pemasyarakatan bagi anak dan juga memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke- 55 tahun 2019 ini digelar di Graha Bhakti Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Teleconferenc oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly ini dilaksanakan bersamaan di seluruh LPKA yang ada di Indonesia

Dalam kesempatan itu, wawali bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara (Sulut) Effendy Peranginangin, menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan anak binaan di LPKA, Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP)

Menkumham Yasona Laoly dalam sambutannya mengatakan, pemenuhan hak identitas anak merupakan perwujudan Nawacita, bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada warga negaranya khususnyan pada anak-anak.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, terkait dengan pemenuhan hak anak, khususnya hak indentitas anak di LPKA dan apresiasi upaya mitra kerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM yang mendukung pemenuhan hak anak di LPKA,” ujarnya.

Menurut dia, tujuan dari gernas tersebut adalah agar anak berkonflik dengan hukum di LPKA terpenuhi hak identitas dan hak-hak lainnya sesuai dengan undang-undang.

Sementara itu, Wawali dalam kesempatan itu pun menegaskan mendukung penuh Gernas Pemenuhan Hak Identitas Anak tersebut.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Eman: mari kita jaga suasana tetap kondusif

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comTahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 17 April 2019 lalu.

Masyarakat pun diminta untuk menerima apapun yang dihasilkan oleh para penyelenggara Pemilu tersebut dan kembali menyatukan perbedaan yang ada.

Seperti yang diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Dia mengatakan, pesta demokrasi dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta para wakil rakyat dari pusat hingga daerah telah terlaksana dengan baik.

Menurut Eman, saat ini merupakan waktu untuk meninggalkan segala perbedaan yang tercipta dalam Pemilu lalu.

“Kami, pemerintah bersama Forkopimda, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Tomohon berharap, agar pasca-pesta demokrasi, suasana kondusif dapat terjaga,” ungkap Eman, di sela-sela Sosialisasi dan Dialog Sinergitas para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di aula Homestay Walian, Selasa (21/5/2019).

Eman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berimplikasi hukum dan dapat menimbulkan keresahan, serta ketidaktentraman, hingga meruntuhkan semangat persatuan di Kota yang ditetapkan sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia ini.

“Mari sama-sama kita jaga kerukunan, kesatuan dan persatuan yang sudah lama tercipta di Kota yang kita cintai ini. Semoga Kota Tomohon dapat menjadi berkat di Sulawesi Utara ini,” harapnya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending