Connect with us

ZONA DAERAH

Pemkot hadiri Wisuda Sarjana Teknik ITM

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Sebagai salah satu perguruan tinggi yang eksis di Kota Tomohon, Institut Teknologi MInaesa (ITM) telah banyak berperan dalam memajukan Kota Tomohon.

Hal itu dikatakan Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman melalui Asisten Kesejahteraan Rakyat Octavianus DS Mandagi saat menghadiri Wisuda Sarjana Teknik tahun 2019, bertempat di Kampus ITM Tomohon, Selasa (9/04/2019).

“Kehadiran kami ditempat ini sesungguhnya hendak mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kemajuan Institut Teknologi Minaesa, dalam kaitan dengan upaya untuk memajukan Kota Tomohon di sektor pendidikan. Susha banyak peran dari para lulusan ITM dalam memajukan Kota Tomohon,” ujar Eman.

Kemajuan dan keberhasilan lanjutnya, tentu dapat dicapai melalui kerja keras dan kerja cerdas, serta terbangun dari kuatnya kebersamaan dan komitmen segenap anak bangsa di Sulawesi Utara lebih khusus Kota Tomohon.

“Kita pahami bersama pula bahwa saat ini pemerintah dan perguruan tinggi dalam hal ini Institut Teknologi Minaesa sesungguhnya merupakan pihak yang bermitra, di mana hubungan pemerintah dan perguruan tinggi sifatnya mutualisme,” tukasnya.

Dia menambahkan, menjadi tantangan Institut Teknologi Minaesa saat ini bahkan bagi para Wisudawan dan Wisudawati, adalah bagaimana memberi perhatian terhadap perkembangan dunia pendidikan yang semakin berkualitas di masa yang akan datang.

Turut hadir Anggota DPD-RI Stefanus BAN Liow yang merupakan alumni ITM Tomohon, Ketua Yayasan Mapalus Matuari Minaesa Wille Smits, Rektor Tartius Timpal, Ketua Senat Ir James Tumbal. Selain SBANL, Ketua DPRD Tomohon Miky JL Wenur juga adalah alumni ITM.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Wakil Rakyat

Identitas budaya Sulut harus ditonjolkan di Bandara Sam Ratulangi

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akan dibangun lebih besar.

Bagikan !

Published

on

Fanny Legoh

Manado, ZONAUTARA.com – Rencana Pemerintah untuk membangun bandara internasional Sam Ratulangi lebih besar dan megah, mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Utara.

Hanya saja, menurut legislator Fraksi PDIP, Fanny Legoh, unsur dan nuansa budaya diharapkan harus menonjol karena bandara merupakan pintu gerbang daerah ini bagi para pendatang, baik turis domestik maupun internasional.

“Sebagai contoh, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang sarat dengan ornamen bernuansa budaya mereka. Begitu tiba di bandara, kita bisa tahu dan akan selalu ingat dengan budaya-budaya Bali,” terang Legoh kepada wartawan, Rabu (23/10/2019) siang.

Menurut personel Komisi IV bidang Kesra itu, saat ini bandara Sam Ratulangi yang didatangi ratusan hingga ribuan turis sama sekali tidak menggambarkan kearifan lokal. Karena itu, ia meminta agar nuansa dengan motif budaya Sulut yang harus ada di bandara Sam Ratulangi berasal dari seluruh daerah dan suku.

“Harus ada budaya dari Minahasa Raya, Bolaang Mongondouw dan Nusa Utara. Bukan hanya agar budaya kita dikenal dan diingat orang banyak, tapi sebagai penegasan kebesaran dan kekuatan budaya masih kita pegang dan kita hormati,” tambah personel Komisi IV bidang Kesra itu.

Karena itu, kata Legoh, dirinya mengusulkan Komisi IV untuk melaksanakan pertemuan segitiga dengan pihak PT Angkasa Pura dan Pemerintah Provinsi terkait pembangunan bandara ini.

Seperti diketahui, bandara Sam Ratulangi baru menggunakan bahasa Manado dalam pengumuman penerbangan bagi para penumpang. Sedangkan ornamen-ornamen dengan nuansa budaya Sulut tidak nampak. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com