Connect with us

ZONA DAERAH

Pemkot sosialisasikan PP 12 Tahun 2017

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Tomohon mensosialisaiskan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Tomohon, bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (9/4/2019).

Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Perekonomian Sekretaris Kota Djoike Karouw, Wali Kota Jimmy F Eman mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memberi kepastian hukum terhadap tata cara pengenaan sanksi administratif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan untuk melaksanakan ketentuan pasal 383 UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Penerapan PP Nomor 12 tahun 2017 sangatlah penting dalam lingkup pemerintahan daerah khususnya untuk Pemerintah Daerah Kota Tomohon,” katanya.

Tujuan pelaksanaan sosialisasi lanjutnya, untuk mencapai komitmen bersama dan turut berperan aktif dalam pembinaan penyelenggaraan pemerintah daerah, menciptakan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efisien dan efektif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta menuju pelaksanaan tugas yang berkualitas dan pelayanan yang prima serta tertib administrative.

Selanjutnya, mewujudkan pemerintahan yang maju mandiri, bertanggung jawab dan bermartabat dengan dilandasi nilai-nilai luhur budaya bangsa, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Pancasila.

“Saya berharap agar kegiatan ini dapat menjadi langkah yabg baik untuk terwujudnya fungsi pembinaan dan pengawasan yang efektif serta bertintegritas dalam melaksanakan tugas pokok masing-masing di lingkungan pemerintah Kota Tomohon,” ujarnya.

Narasumber, Frangky Zachawerus selaku Perancang Peraturan Perundang-undangan Madya Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Wakil Rakyat

Identitas budaya Sulut harus ditonjolkan di Bandara Sam Ratulangi

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akan dibangun lebih besar.

Bagikan !

Published

on

Fanny Legoh

Manado, ZONAUTARA.com – Rencana Pemerintah untuk membangun bandara internasional Sam Ratulangi lebih besar dan megah, mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Utara.

Hanya saja, menurut legislator Fraksi PDIP, Fanny Legoh, unsur dan nuansa budaya diharapkan harus menonjol karena bandara merupakan pintu gerbang daerah ini bagi para pendatang, baik turis domestik maupun internasional.

“Sebagai contoh, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang sarat dengan ornamen bernuansa budaya mereka. Begitu tiba di bandara, kita bisa tahu dan akan selalu ingat dengan budaya-budaya Bali,” terang Legoh kepada wartawan, Rabu (23/10/2019) siang.

Menurut personel Komisi IV bidang Kesra itu, saat ini bandara Sam Ratulangi yang didatangi ratusan hingga ribuan turis sama sekali tidak menggambarkan kearifan lokal. Karena itu, ia meminta agar nuansa dengan motif budaya Sulut yang harus ada di bandara Sam Ratulangi berasal dari seluruh daerah dan suku.

“Harus ada budaya dari Minahasa Raya, Bolaang Mongondouw dan Nusa Utara. Bukan hanya agar budaya kita dikenal dan diingat orang banyak, tapi sebagai penegasan kebesaran dan kekuatan budaya masih kita pegang dan kita hormati,” tambah personel Komisi IV bidang Kesra itu.

Karena itu, kata Legoh, dirinya mengusulkan Komisi IV untuk melaksanakan pertemuan segitiga dengan pihak PT Angkasa Pura dan Pemerintah Provinsi terkait pembangunan bandara ini.

Seperti diketahui, bandara Sam Ratulangi baru menggunakan bahasa Manado dalam pengumuman penerbangan bagi para penumpang. Sedangkan ornamen-ornamen dengan nuansa budaya Sulut tidak nampak. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com