Connect with us

ZONA DAERAH

Eman: pejabat harus jadi teladan pembayaran pajak

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BKPD) menggelar kegiatan Gerakan Membayar (Gebyar) Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dan Penyerahan DHKP-SPPT, Selasa (9/4/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman membuka langsung kegiatan yang digelar di Aula Karya Indah Kakaskasen Satu ini.

Dalam sambutannya sekaligus membuka rangkaian kegiatan, Eman mengatakan, bahwa acara ini bukan hanya seremonial biasa. Tapi, kata dia, acara ini diselenggarakan demi kepentingan penyelenggaraan roda pemerintahan dan pembangunan yang ada di Kota Tomohon.

Menurut dia, keberhasilan untuk membangun Kota Tomohon sangat ditopang oleh penerimaan pajak, termasuk PBB.

“Kepada para camat, lurah dan seluruh perangkat kelurahan yang merupakan garda terdepan Pemkot Tomohon, diharapkan agar dapat memberikan teladan dalam pembayaraan pajak di masing-masing wilayahnya, juga harus lebih proaktif ke masyarakat dalam hal penagihan PBB-P2,” ujar Eman.

Dia berharap kepada para pejabat di lingkungan Pemkot Tomohon, untuk menjadi panutan bagi masyarakat Kota Tomohon dalam hal ketaatan membayar pajak PBB-P2 tepat waktu” tambah Walikota.

“Saya menyambut gembira upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Badan Pengelolah Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Tomohon, di antaranya mendekatkan pelayanan pembayaran PBB-P2 melalui kerjasama penerimaan pembayaran dengan PT Bank SulutGo, PT Bank BNI, serta telah melakukan pendataan, pemutakhiran, pemetaan PBB-P2 di 4 kelurahan tahun 2018, juga telah dianggarkan untuk 5 kelurahan tahun 2019,” jelasnya.

Eman pun menekankan, bahwa untuk menerima Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) harus dapat memperlihatkan atau menunjukkan bukti pembayaran pajak atau Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB-P2 terlebih dahulu dan hal ini akan dikoordinir oleh para kepala Perangkat Daerah masing-masing.                                                       

Sebagaimana laporan Kepala BPKPD Kota Tomohon Gerardus E Mogi, lanjut Eman, pada tahun 2018, hanya ada satu kelurahan yang lunas PBB 100%.

“Ini akan menjadi evaluasi dan harus menjadi perhatian bagi seluruh camat sebagai kolektor dan lurah sebagai pembantu kolektor. Saya memberikan apresiasi kepada kelurahan yang lunas PBB 100% pada tahun 2018 dan diharapkan pada tahun ini untuk tetap menunjukkan kinerja yang baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan penandatangan berita acara dan pembayaran SPPT PBB-P2 Tahun 2019 secara langsung oleh Wali Kota Tomohon bersama seluruh jajaran Pemkot Tomohon melalui Bank SulutGo dan Bank BNI.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) diwakili Kasubsi B Seksi Intelijen Kejari Tomohon Muh Fadhel Istiqlal, Pimpinan Cabang Bank BNI Tomohon Alexander Naping, Pimpinan Cabang Bank SulutGo Tomohon Roni Rompas, Inspektur Kota Tomohon Max Mentu, para camat dan lurah se-Kota Tomohon, serta jajaran Pemkot Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Wakil Rakyat

Identitas budaya Sulut harus ditonjolkan di Bandara Sam Ratulangi

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akan dibangun lebih besar.

Bagikan !

Published

on

Fanny Legoh

Manado, ZONAUTARA.com – Rencana Pemerintah untuk membangun bandara internasional Sam Ratulangi lebih besar dan megah, mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Utara.

Hanya saja, menurut legislator Fraksi PDIP, Fanny Legoh, unsur dan nuansa budaya diharapkan harus menonjol karena bandara merupakan pintu gerbang daerah ini bagi para pendatang, baik turis domestik maupun internasional.

“Sebagai contoh, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang sarat dengan ornamen bernuansa budaya mereka. Begitu tiba di bandara, kita bisa tahu dan akan selalu ingat dengan budaya-budaya Bali,” terang Legoh kepada wartawan, Rabu (23/10/2019) siang.

Menurut personel Komisi IV bidang Kesra itu, saat ini bandara Sam Ratulangi yang didatangi ratusan hingga ribuan turis sama sekali tidak menggambarkan kearifan lokal. Karena itu, ia meminta agar nuansa dengan motif budaya Sulut yang harus ada di bandara Sam Ratulangi berasal dari seluruh daerah dan suku.

“Harus ada budaya dari Minahasa Raya, Bolaang Mongondouw dan Nusa Utara. Bukan hanya agar budaya kita dikenal dan diingat orang banyak, tapi sebagai penegasan kebesaran dan kekuatan budaya masih kita pegang dan kita hormati,” tambah personel Komisi IV bidang Kesra itu.

Karena itu, kata Legoh, dirinya mengusulkan Komisi IV untuk melaksanakan pertemuan segitiga dengan pihak PT Angkasa Pura dan Pemerintah Provinsi terkait pembangunan bandara ini.

Seperti diketahui, bandara Sam Ratulangi baru menggunakan bahasa Manado dalam pengumuman penerbangan bagi para penumpang. Sedangkan ornamen-ornamen dengan nuansa budaya Sulut tidak nampak. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com