Connect with us

Bencana dan Musibah

Dikabarkan tersesat di Gunung Lokon, 2 turis Jerman baik-baik saja

Keduanya sedang berwisata di Tomohon.

Bagikan !

Published

on

Dua WNA asal Jerman yang dikabarkan tersesat di Gunung Lokon berfoto bersama Tim Rescue. (Foto: Basarnas Manado)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Dua orang warga negara asing (WNA) asal Jerman yang sedang berwisata di Tomohon dikabarkan tersesat saat mendaki Gunung Lokon, Kamis (22/8/2019).

Informasi soal kedua turis asing itu pun disebar ke berbagai group stakeholder pencarian dan penyelamatan orang, dan sampai ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado.

Tim Basarnas yang didukung oleh berbagai unsur pun bergerak ke lokasi sebagaimana yang dilaporkan.

Saat Tim SAR melakukan pencarian, kedua turis asing itu yakni Erick Daniel Hagel dan Laura Fabienne Bauer ditemukan dalam kondisi baik-baik saja, di sebuah spot tanah lapang di Gunung Lokon.

Saat sedang diberi asupan minuman dan hendak dievakuasi turun, Erick dan Laura malah meminta kepada Tim SAR agar bisa diijinkan melanjutkan perjalanan ke puncak gunung. Menurut mereka, tujuan mereka ke Sulawesi Utara memang ingin mencapai puncak Lokon.

Tim SAR yang merasa kondisi kedua WNA Asing itu dalam keadaan baik-baik saja, akhirnya meloloskan permintaan keduanya dan mengantar mereka ke puncak salah satu gunung api teraktif di Sulut itu.

“Kami antar hingga ke puncak, dan mengambil foto-foto di sana. Karena tujuan mereka memang kesana. Kami dampingi,” jelas Staff Humas Basarnas Manado, Fery Ariyanto.

Setelah puas mengambil foto di puncak, Tim SAR kemudian mengantar kedua turis itu ke penginapan mereka di Tomohon. Keduanya diketahui menginap di Highland Resort.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

Gunung Merapi meletus, masyarakat dihimbau tetap tenang

Debu vulkanik sudah tidak terdeteksi lagi di angkasa.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) menyusul Gunung Merapi meletus pada Minggu (17/11/2019) pukul 10:46 WIB.

Menurutnya, berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BNPB, situasi di lapangan aman terkendali dan tidak ada dampak yang berarti. Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo max 70 mm dan durasi 155 detik. Teramati kolom letusan setinggi ±1000 m.

“Angin bertiup ke Barat dan mengakibatkan hujan abu tipis di sebagian wilayah desa Banyubiru Dukun, Kabupaten Magelang. Berdasar pantauan dari BMKG dari citra satelit Himawari pada pukul 13.00 WIB, debu vulkanik sudah tidak terdeteksi lagi di angkasa,” kata Agus bunyi siaran pers PVMBG.

Aktivitas Gunung Merapi dinyatakan berada pada tingkat Level II (Waspada) sejak tanggal 21 Mei 2018. Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Pihak PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam area radius 3 km dari puncak Gunung Merapi, masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif, dan masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.

Informasi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz, melalui telepon (0274) 514180/514192, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, dan media sosial BPPTKG, yaitu Facebook: infobpptkg dan twiter: @bpptkg.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com