Connect with us

PENDIDIKAN

Usai ikuti FLS2N 2019, Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut bidik prestasi lebih baik

Pastikan semua persiapan tidak ada yang terabaikan.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Keikutsertaan kontingen Sulawesi Utara (Sulut) pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019 jenjang SMK, di Bandar Lampung, 15-21 September 2019, terbilang sukses. Capaian Sulut kali ini yaitu membawa pulang 2 medali perunggu.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut Debbie Mamangkey mengatakan, kesuksesan tersebut disumbang dari bidang lomba Film Pendek kategori Nonfiksi diraih Given Piri dari SMK Negeri 1 Manado bersama Dea Febianti Kaawoan dari SMK Negeri 4 Manado. Bidang lainnya adalah Solo Gitar Klasik atas nama Mendelshon Yovit Patras, siswa dengan asal sekolah SMK Negeri 1 Tahuna.

“Totalitas semua siswa yang berlomba, ketekunan para pendamping, serta kesibukan panitia kontingen dari Dikda Provinsi Sulut yang diketuai Ricky Lembong telah membuahkan hasil yang gemilang. Semoga ini dapat menjadi motivasi kita semua untuk membidik prestasi yang lebih baik lagi di masa mendatang,” kata Debbie, Senin (23/09/2019).

Bidang lomba yang diikuti kontingen Sulut, imbuhnya, di antaranya Film Pendek, Teater, Solo Gitar Klasik, Musik Tradisional, Tari Tradisional, dan Menyanyi Solo.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut saat lomba, terpantau sibuk bersama rombongan panitia kontingen dari Dikda Provinsi Sulut dalam memantau peserta FLS2N yang tempat pelaksanaannya berbeda-beda. Berdasarkan pantauan wartawan Zona Utara di Bandar Lampung, Tari Tradisional dilaksanakan di ballroom Swiss Belhotel Lampung, dan Menyanyi Solo di ballroom Hotel Bukit Randu.

Sedangkan pelaksanaan Teater di auditorium RRI Lampung, ballroom Hotel Golden Tulip Lampung, Solo Gitar Klasik di ballroom Hotel Bukit Randu, dan Film Pendek di bioskop Sanak Lampung-Museum Lampung.

“Pastikan semua persiapan tidak ada yang terabaikan. Kesiapan, kenyamanan, dan keselamatan siswa merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Awali semua dengan doa dan andalkan Tuhan,” ujar Debbie saat memeriksa kesiapan tim Teater di auditorium RRI Lampung, Selasa (17/09/2019).

zonautara.coom
Ricky Lembong, Ketua Kontingen FLS2N Sulut, berpose bersama dengan para siswa peserta.(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Paulus Steven Tuwo, pendamping tim Teater, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bidang Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut yang turut menyaksikan pertunjukan tim Sulut hingga selesai.

“Tak disangka Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut meninjau dan memeriksa kesiapan pentas dengan detail. Terima kasih atas totalitasnya dalam tugas,” kata Paulus.

Eduard Suharto, pendamping tim Film Pendek, menyampaikan hal senada. Ia berharap, perhatian dan kepedulian seni siswa jenjang SMK di Sulut terus berlanjut agar bisa berpestasi di tingkat nasional.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PENDIDIKAN

UN 2020 SD, SMP dan SMA sepakat ditiadakan

Disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa salah satunya dengan nilai kumulatif dalam raport.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com -Ujian Nasional untuk jenjang UN 2020 SD, SMP dan SMA sepakat ditiadakan. Hal tersebut disepakati dalam rapat bersama melalui video conference antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Komisi X DPR RI, Senin (23/3/2020) malam.

Rapat tersebut membahas berbagai persoalan pendidikan di ujung masa akhir tahun pelajaran di tengah ancaman pandemi Corona (Covid-19). Hasil kesepakatan rapat video conference ini adalah Kemendikbud dan Komisi X DPR di antaranya meniadakan UN 2020, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda kemudian mengungkapkan hal ini melalui akun Twitter-nya @SyaifulHooda.

zonautara.com
Kicauan Syaiful Huda di akun Tweter-nya.(Image: screen captured)

Dalam siaran pers, Syaiful mengatakan bahwa saat ini tengah dikaji berbagai opsi ujian bagi siswa sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kelulusan siswa, termasuk menggunakan nilai raport.

“Dari rapat konsultasi via daring (dalam jaringan atau online) antara anggota Komisi X dan Mendikbud Nadiem Makarim maka disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa salah satunya dengan nilai kumulatif dalam raport,” kata Syaiful.

Ketua Komisi X DPR RI memang mendesak pemerintah untuk menghapus pelaksanaan UN di tahun 2020 ini. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi peserta didik akibat penyebaran Virus Corona yang kian masif.

“Kami mendesak agar pemerintah menghapus pelaksanaan UN tahun ini karena wabah Corona yang kian meluas. Ada ratusan ribu hingga jutaan siswa yang terancam terpapar virus ini jika kita memaksakan agar pelaksanaan UN tetap dilakukan,” kata Ketua Komisi X DPR RI.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com