Connect with us

Bencana dan Musibah

99 persen kebakaran hutan dan lahan karena ulah manusia

80 persen lahan yang terbakar pada akhirnya menjadi kebun

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Dari total 328.724 hektar (ha) luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2019 ini, 99 persen di antaranya terjadi karena ulah manusia.

Demikian yang dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ketika memimpin rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi, Senin (23/09/2019).

“Saya mempunyai data. Penyebab Karhutla adalah 99 persen ulah manusia ada yang disengaja ada yang lalai, dan 80 persen lahan yang terbakar pada akhirnya menjadi kebun,” kata Doni.

Menurutnya, karhutla tahun 2019 ini berbeda dari karhutla tahun sebelumnya yang relatif mudah dipadamkan, karena lahan gambut masih relatif basah. Tahun ini sudah 328 ribu hektar lahan gambut yang terbakar relatif kering.

zonautara.com
Karhutla 2019.(Infografis: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Karena luasnya lahan yang terbakar itu, imbuh Kepala BNPB, masalah bencana karhutla ini tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Butuh bantuan dari berbagai kalangan, bersinergi, dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

“Tidak perlu saling menyalahkan, mari kita bahu-membahu memadamkan api,” ujar Doni.

Ke depannya, kata Kepala BNPB, pencegahan harus dikedepankan, dan pemerintah daerah harus melibatkan masyarakat sebagai kunci pencegahan Karhutla.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !

Bencana dan Musibah

Hendak bersihkan sumur, pria di Kamanta tewas terjatuh

Diduga sumur mengandung zat asam.

Bagikan !

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.com – Sam Samsuri (25), warga Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Minahasa tewas setelah terjatuh ke dalam sumur berkedalaman sekitar 15 meter, Selasa (7/01/2020), sekitar pukul 16.00 WITA

Korban awalnya ingin membersihkan sumur milik keluarga Tayib di Kamangta. Dia dibantu oleh temannya. Saat sedang bekerja, korban mulai merasa lemas, dan oleh temannya dibantu naik ke atas.

Karena tidak sanggup, korban kemudian terjatuh ke dasar sumur yang masih memiliki air. Korban tak sadarkan diri, karena diduga sumur mengandung zat asam. Warga kemudian meminta bantuan ke Tim Basarnas Manado yang menerima laporan pada pukul 17.30 WITA.

Sebanyak 13 rescuer Basarnas Manado kemudian bergerak ke lokasi kejadian dan tiba pada pukul 18.30 WITA, dan langsung melakukan proses evakuasi.

“Proses evakuasi sedikit sulit karena kedalaman dan kondisi sumur, namun evakuasi berhasil dikerjakan dengan bantuan potensi SAR serta warga setempat. Korban sampa di atas sekitar pukul 20.45 WITA,” jelas Kepala Kantor SAR Manado, Gede Darmada, Rabu (8/1).

Saat dievakuasi, kondisi korban sudah meninggal. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sulut atas permintaan keluarga.

Keluarga korban menyampaikan terima kasih atas bantuan Basarnas Manado dalam proses evakuasi jenazah korban.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com