Connect with us

HEADLINE

Pendaftaran CPNS dibuka hari ini, satu pelamar satu formasi

Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs yang sudah disediakan BKN.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Pemerintah membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi syarat sebagaimana yang ditentukan bisa mendaftar mulai hari ini, Senin (11/11/2019).

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui sistem SSCASN BKN. Dalam ketentuannya satu orang pelamar hanya bisa mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan, baik yang disediakan di Kementerian, lembaga maupun di pemerintah daerah.

Baca juga: Bolmong hanya dapat jatah 183 CPNS

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, mengumumkan ada 68 kementerian/lembaga dan 642 pemerintah daerah (menjadi 641 pemda karena pemda Bangli mengundurkan diri) yang menerima pendaftaran CPNS.

Total seluruh formasi yang akan diterima sebanyak 37.425 untuk instansi pusat dan 114.861 untuk instansi pemerintah daerah.

Baca juga: Tomohon dapat jatah 28 CPNS

Badan Kepegawaian Negara (BKN) kali ini juga memberikan kemudahan bagi pendaftar yang hanya memiliki KTP sementara.

“Calon pelamar yang belum mendapatkan KTP asli, diperbolehkan melampirkan KTP sementara atau yang sering disebut Surat Keterangan (Suket),” ujar Kepala BKN, Bima Haria Wibisana belum lama ini di Jakarta.

Baca juga: Formasi CPNS Sulut 519 orang, Guru untuk daerah kepulauan

Para penyandang disabilitas juga diakomodir dengan menyiapkan surat keterangan resmi dari rumah sakit pemerintah. Surat tersebut menyatakan jenis dan derajat kedisabilitasan.

Adapun jadwal tahapan CPNS 2019 sebagaimana yang dikeluarkan oleh BKN adalah sebagai berikut:

  • Pembukaan pendaftaran: 11 November 2019
  • Verifikasi berkas: 13 November 2019
  • Penutupan pendaftaran: 24 November 2019
  • Penutupan verifikasi: 12 Desember 2019
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 16 Desember 2019
  • Masa sanggah: 16-19 Desember 2019
  • Pengumuman sanggah: 26 Desember 2019
  • Pengumuman pelaksanaan SKD: Januari 2020
  • Pelaksanaan SKD: Februari 2020
  • Pengumuman hasil SKD: Maret 2020
  • Pelaksanaan SKB: Maret 2020
  • Integrasi nilai SKD dan SKB: April 2020
  • Pengusulan penetapan NIP: April 2020

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

HEADLINE

Adios, virus teroris ISIS!

Kalau mereka pulang, bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat yang 267 juta merasa tidak aman.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Pendukung ISIS asal Indonesia tak bisa seenaknya pulang. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menegaskan, pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari ancaman teroris dan virus-virus baru teroris terhadap 267 juta rakyat Indonesia.

Para pendukung ISIS yang disebut Mahfud sebagai teroris lintas batas atau Foreign Terrorist Fighters (FTF), berjumlah 689 orang yang tersebar di Suriah, Turki, dan beberapa negara lain. Kalau FTF ini pulang, bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat yang 267 juta itu merasa tidak aman.

“Sehingga pemerintah, yang kedua ini, tidak ada rencana memulangkan teroris. Tidak! Bahkan tidak akan memulangkan FTF ke Indonesia,” tegas Mahfud usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/02/2020).

zonautara.com
Menko Polhukam usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/02/2020).(Image: Humas Setkab/Jay).

Pemerintah juga, imbuh Menko Polhukam, akan menghimpun data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas orang-orang yang dianggap terlibat teror, bergabung dengan ISIS. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case.

“Artinya, ya, lihat saja apakah anak itu di sana ada orang tuanya atau tidak, anak-anak yang yatim piatu yang orang tuanya sudah tidak ada,” ujarnya.

Menurut Mahfud, berdasarkan data Central Intelengence Agency (CIA) ada sebanyak 689 orang, 228 ada identitas yang teridentifikasi namun 401 orang sisanya tidak teridentifikasi lengkap identitasnya. Kemudian data dari Indonesian Conference on Religion and Peace menyebutkan ada 185 orang.

“Mungkin 185 orang itu sudah menjadi bagian dari yang 689 dari CIA. Kemudian juga kita punya data-data yang ambil sendiri dari situ. Ya, sekitar itulah jumlahnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hal terpenting adalah menjamin rasa aman kepada seluruh rakyat yang di sini sehingga tidak ada rencana pemerintah untuk memulangkan. Tetapi bersamaan dengan itu, perlu mencari data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas orang-orang itu.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com