Jangan putus asa, ini sektor yang masih membuka lowongan kerja di masa pandemi

3 mins read
Lowongan kerja
Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.com – Pandemi telah membuat semua sektor terdampak, tidak terkecuali kesempatan para pencari kerja mencari lowongan pekerjaan. Banyak perusahaan yang bahkan memutus hubungan kerja karyawannya atau merumahkan sementara karyawannya, karena dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi.

Tenaga kerja yang sedang bekerja saja dirumahkan atau mendapat PHK, apalagi pencari kerja. Namun di tengah masa pandemi yang masih terus berlangsung ini, beberapa sektor masih membuka lowongan pekerjaan. Apakah itu sesuai dengan keahlian anda?

Salah satu profesi yang punya peluang mendapatkan pekerjaan di masa pandemi ini adalah profesi di bidang teknologi informasi. Justru saat sekarang profesi di bidang ini banyak diburu penyedia lapangan kerja.

Ada lebih dari 2.000 perusahaan rintisan yang sekarang beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan rintisan ini memerlukan puluhan ribu tenaga terampil di bidang teknologi informasi.

Portal kerja Jobstreet.com seperti dikutip dari lokadata.id, menyebut saat ini tersedia 2.232 lowongan di industri teknologi informasi (TI). Lowongan pekerjaan itu belum termasuk tenaga yang dibutuhkan sektor lain, seperti sektor industri pengolahan, jasa perdagangan, perbankan dan sektor ritel.

“Posisi yang banyak diincar antara lain staf teknologi informasi, programmer, dan pengembang web,” kata Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim, dalam telekonferensi, Rabu (7/10/2020).

Survei yang digelar Jobstreet terhadap 5.000 responden di kalangan karyawan, pencari kerja dan penyedia lapangan kerja selama Mei 2020 menyimpulkan, di masa pandemi ini masih ada lima sektor yang aktif merekrut karyawan, yaitu manufaktur, perdagangan umum dan grosir, perbankan dan keuangan, ritel, serta teknologi informasi.

Di luar tenaga TI, ada sejumlah profesi/pekerjaan yang juga banyak diincar, di antaranya tenaga penjualan (sales), operator mesin, pengawas produksi, staf legal, dan social media specialist.

Kesempatan kerja terbesar disediakan oleh industri manufaktur yang kini memiliki 5.273 pos lowongan.

Sektor perdagangan umum dan grosir memiliki 2.703 lowongan pekerjaan, disusul oleh sektor perbankan dan keuangan dengan 2.497 pos, dan sektor ritel 2.485 lowongan.

82,85 persen perusahaan alami penurunan pendapatan

Namun walaupun masih tersedia ribuan lowongan kerja, perlu diakui bahwa banyak sekali perusahaan yang terdampak pandemi covid-19 sehingga mengalami penurunan pendapatan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 7 Oktober lalu menunjukkan, ada 82,85 persen perusahaan di Indonesia mengalami penurunan pendapatan. Akibatnya, sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan hingga akhir Mei, ada 1,79 juta pekerja dirumahkan atau terkena PHK.

Survei Jobstreet juga mengungkapkan, separuh dari responden yang disurvei mengaku kehilangan pekerjaan atai diberhentikan sementara. Sebanyak 43 persen responden mengaku mendapat kebijakan penurunan gaji hingga lebih dari 30 persen.

Sementara itu Triyono, peneliti ketenagakerjaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, dua dari tiga tenaga kerja baru (mereka yang berusia 18-24 tahun) kesulitan mencari kerja.

Ini bukan jumlah sepele. Tiap tahun, Indonesia menghasilkan tiga juta angkatan kerja baru. Namun dengan banyaknya pengurangan tenaga kerja, peluang tenaga kerja baru semakin tipis.

Menurut Triyono, tiap satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap 300.000 sampai 400.000 tenaga kerja.

“Kalau sekarang pertumbuhan ekonomi minus, dampaknya bagi kelompok usia produktif sangat besar,” ujarnya.

Bagikan !

Latest from Blog

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com