TONDANO, ZONAUTARA.com – Tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 terus berlanjut meski di tengah terpaan pandemi Covid-19.

Kampanye Pilkada kali ini pun sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana sudah tidak bisa adalagi kumpul masa dikarenakan virus corona tengah melanda dunia, terlebih di Indonesia.

Kampanye Pilkada 2020 hanya bisa dihadiri oleh 50 orang, membuat Gabriella Kalumata, staf Pengawas Kecamatan (Panwascam) Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mengingatkan masyarakat yang turut serta dalam kampanye harus menerapkan gerakan 3M.

“Protokol kesehatan sangat penting dilakukan saat kampanye, jangan sampai menimbulkan klaster baru. Jadi para pendukung paslon harus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ungkap Gabriella kepada wartawan Zona Utara, Sabtu (14/11/2020).

Apalagi aturan kali ini, lanjut Gabriella, kami sebagai Panwas bisa membubarkan kampanye jika melanggar protokol kesehatan atau mengumpulkan masa lebih dari 50 orang.

“Untuk itu kita harus sama-sama sadar betapa pentingnya gerakan 3M ini, demi memutus rantai Covid-19,” ujarnya.

Perempuan 28 tahun ini juga menjelaskan kepada seluruh masyarakat jangan sampai menyepelekan protokol kesehatan yang sudah diterapkan pemerintah sebagai kebiasaan baru yang harus dilakukan.

“Pastinya sebagai Panwascam, kami juga menjadi contoh kepada masyarakat untuk gencarnya mengampanyekan gerakan 3M. Selain untuk menjaga diri sendiri, dengan itu juga kita sama-sama saling menjaga satu dengan yang lainnya,” jelasnya.

Selain saat berkampanye, Gabriella juga memperingatkan terus terapkan gerakan 3M sampai pada hari pemilihan 9 Desember nanti.

“Mari pakai hak pilih kita. Jangan takut pergi ke TPS karena protokol kesehatan akan sangat ketat dilaksanankan pada hari H nanti,” pungkasnya.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id