Atasi kerusakan akibat pengeboman ikan, NTTI dan Bunaken Oasis transplantasi 75 karang di Taman Nasional Bunaken

NTTI, yang bermitra dengan sejumlah resort di Sulawesi Utara, secara aktif mendorong sektor pariwisata untuk berperan nyata dalam konservasi laut.

Editor: Redaktur
Foto: NTTI

ZONAUTARA.com – No-Trash Triangle Initiative (NTTI) bersama Bunaken Oasis Dive Resort & Spa berhasil menuntaskan program transplantasi 75 fragmen karang di kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara, pada 18-19 Februari 2026. Inisiatif ini merupakan upaya krusial untuk merevitalisasi area laguna yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat praktik pengeboman ikan ilegal, sekaligus menegaskan urgensi pariwisata bahari berkelanjutan dalam menjaga ekosistem laut Indonesia.

Kolaborasi strategis ini tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik terumbu karang, tetapi juga memberdayakan calon pemandu selam lokal melalui proyek akhir program magang selam di Bunaken Oasis. Mereka dibekali pengalaman langsung dalam kepemimpinan konservasi serta edukasi mendalam mengenai biologi laut dari NTTI, dengan komitmen pemantauan berkala setiap tiga bulan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Penurunan kualitas terumbu karang, seperti yang terjadi di Bunaken, bukan sekadar isu lingkungan semata. Menurut World Resources Institute, degradasi terumbu karang mengancam jutaan orang yang bergantung pada laut untuk ketahanan pangan, perlindungan pesisir, dan sumber pendapatan. Oleh karena itu, kesadaran dan tanggung jawab di tingkat lokal menjadi sangat penting dalam setiap upaya restorasi dan konservasi.

Proses restorasi dimulai dengan pembersihan struktur besi yang sudah terpasang di dasar perairan. Selanjutnya, tim menanam 75 fragmen karang, termasuk jenis Acropora yang dikenal memiliki pertumbuhan relatif cepat dan berperan vital dalam pemulihan ekosistem terumbu.

NTTI, yang bermitra dengan sejumlah resort di Sulawesi Utara, secara aktif mendorong sektor pariwisata untuk berperan nyata dalam konservasi laut. Kegiatan restorasi karang ini merupakan bagian integral dari kolaborasi berkelanjutan antara NTTI dan Bunaken Oasis, yang juga mencakup layanan pengelolaan sampah plastik serta program edukasi konservasi laut bagi staf dan tamu resort.




Sebagai resort eco-dive, Bunaken Oasis mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam setiap program pelatihannya, memberdayakan calon profesional selam untuk menerapkan praktik yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat keterlibatan dengan masyarakat lokal.

Meilisa Lalonata, seorang technical diver di Bunaken Oasis, mengungkapkan komitmen resort tersebut. “Bagi kami di Bunaken Oasis, keberlanjutan adalah fondasi masa depan pariwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Komitmen kami pada restorasi karang adalah bagian dari visi yang lebih besar untuk melindungi keanekaragaman hayati laut sekaligus mengedukasi para penyelam dan tamu tentang tanggung jawab mereka terhadap laut.”

karang
Foto: NTTI

Program transplantasi ini juga menjadi puncak dari rangkaian magang selam Bunaken Oasis, sebuah inisiatif yang memberdayakan anak-anak muda dari wilayah pesisir sekitar Bunaken untuk meniti karier sebagai pemandu selam profesional. Selama enam bulan terakhir, mereka telah menerima pembekalan intensif terkait biologi laut dan ekologi terumbu karang dari tim edukator NTTI.

Hizkia Rengkung, edukator dari NTTI, menyoroti tantangan di balik upaya restorasi. “Restorasi ini bukan tugas yang mudah; dibutuhkan persiapan matang dan energi fisik yang besar,” katanya. Dengan nada prihatin, ia melanjutkan, “Sangat memprihatinkan saat menyadari bahwa persiapan berbulan-bulan yang kami lakukan untuk menanam karang ini bisa hancur hanya dalam hitungan detik akibat penangkapan ikan yang destruktif.”

Seluruh karang yang telah ditanam akan menjalani pemantauan berkala setiap tiga bulan guna meninjau tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhannya. Lokasi ini juga akan dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran dan penelitian lapangan.

Kegiatan restorasi ini melibatkan tim edukator NTTI, technical diver dan dive trainee Bunaken Oasis, serta perwakilan Balai Taman Nasional Bunaken. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa upaya konservasi dan restorasi akan mencapai dampak yang lebih besar ketika pendidikan, industri pariwisata, dan pemangku kepentingan lokal bergerak bersama.

Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com