Menjadi orang nomor dua di tanah Totabuan Selatan (Bolsel). Jalan panjang menghantarkan Deddy Hamid, sebelum akhirnya memilih menjadi seorang politisi. Meski tak terbesit dalam pikiran menjadi Wakil Bupati Bolsel, nyatanya jabatan itu yang ia emban hingga saat ini.
Sebelum memantapkan langkahnya menjadi politisi, Deddy juga pernah merasakan bagaimana kehidupan memulai dari bisnis kecil seperti menggiling padi yang diwarisi dari keluarganya, hingga bekerja sebagai buruh penangkapan ikan sampai dengan memiliki usaha sendiri di bidang yang sama.
Ko Deddy sapaan akrabnya tak hanya berperan penting di Pemerintahan, tetapi ia juga memiliki rekam jejak sebagai pengusaha sukses. Dalam perjalanan hidupnya, dia memulai usaha sejak muda, merintis berbagai bisnis hingga mencapai posisi penting di dunia politik.
“Kita harus bersyukur dan bekerja keras. Pengalaman jatuh bangun adalah hal yang biasa, tapi dengan semangat dan kerja keras, Tuhan pasti memberi jalan,” tutur mantan Ketua Komisi II DPRD Bolsel ini.
Berbicara tentang perjalanan karirnya, Deddy mengungkapkan bahwa dirinya terjun ke politik atas dorongan pribadi, dan terinspirasi oleh mendiang Alm. Hi. Herson Mayulu (H2M), seorang tokoh yang ia kagumi.
Saat itu ia memulai karir di dunia politik sebagai bagian dari tim H2M di Pinolosian. meski sempat berbeda pandangan dengan beberapa anggota keluarganya, Deddy tetap teguh berkomitmen berkat dukungan dari sahabat dan komunitasnya.
Deddy terbilang adalah seorang politisi yang cukup sukses. Sejak maju pertama kali pada pemilihan legislatif 2014 silam lewat PDIP, karinya langsung mentereng, alhasil ia mampu merebut satu kursi DPRD dari Dapil Pinolosian. Hingga akhirnya membawanya menjadi Wakil Bupati Bolsel hingga saat ini.
Deddy pun mengakui, menjadi Wakil Bupati adalah tanggung jawab besar, dan menurutnya ada perbedaan signifikan dibandingkan saat dirinya menjadi anggota DPRD.
“Tugas di DPRD lebih fokus pada legislasi, pengawasan, dan penganggaran, sedangkan di eksekutif saya terlibat langsung dalam pengambilan keputusan. Namun, hubungan yang baik dengan Bupati Hi. Iskandar Kamaru membuat koordinasi berjalan lancar,” ujarnya.
Tak hanya sukses di bidang usaha dan politik, Deddy juga dikenal berjiwa sosial tinggi dan dekat dengan masyarakat. Selain itu, ia juga selalu menyempatkan waktu untuk beristirahat dan mengurus ternaknya. meskipun memiliki tanggung jawab yang besar.
Pilkada 2024
Deddy Abdul Hamid berpasangan dengan Iskandar Kamaru maju kembali pada Pilkada 2024 di Kabupaten Bolsel.
Meski sebagai petahanan, namun di tengah perjalanan politik mereka, isu keretakan sempat berhembus kencang. Desas-desus tentang Deddy Abdul Hamid yang disebut pantas mencalonkan diri sebagai Bupati Bolsel sempat tersebar luas di media sosial.
Spekulasi ini pun semakin mencuat saat keduanya dirumorkan tidak lagi harmonis. Namun, semua rumor tersebut terbantahkan ketika pada 29 Agustus 2024 lalu, pasangan ini secara resmi mendaftarkan diri di KPU Bolsel sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada tahun 2024.
Deddy menegaskan bahwa keputusan untuk tetap bersama Iskandar Kamaru bukanlah tanpa alasan.Sebab, dirinya menyadari bahwa keretakan di antara mereka akan berdampak besar bagi Bolsel.
“Jika saya dan Pak Iskandar berselisih, Bolsel bisa terpecah. Kami berdua punya basis massa yang fanatik, dan hal ini terus kami jaga sejak kepergian mentor politik kami mantan Bupati Hi Herson Mayulu,” jelasnya.
Selain itu kata Deddy, mereka berdua juga tetap solid karena memiliki landasan yang sama, dibesarkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pasangan Iskandar-Deddy diusung PDI Perjuangan, PKB, PAN, PKS, dan Gerindra. Sedangkan lawannya Arsalan-Badu diusung oleh Golkar dan NasDem.
Dalam hasil rekapitulasi suara pasangan Iskandar-Deddy menang telak dengan meraih 33.356 suara, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara.
Meski begitu, pasangan Arsalan-Badu sempat melakukan sengketa pada Mahkamah Konstitusi, namun tuduhan yang diklaim oleh pasangan Madu itu kandas atau dinyatakan gugur oleh hakim, saat pembacaan putusan Dismissal di Mahkamah Konstitusi.
