ZONAUTARA.com – Lokatana #4 kembali digelar di Kai Meya, Tomohon, menghadirkan pengalaman budaya yang memadukan seni, teater, dan kuliner dalam satu alur penceritaan bertema “Gema Rasa.”
Inisiatif yang digagas oleh Yayasan Masarang dan PT KAI MEYA INDONESIA ini kembali menegaskan misinya untuk membangun kembali hubungan manusia dengan alam melalui pendekatan kreatif dan edukatif.
Perhelatan tahun ini mengajak masyarakat merenungkan kembali keterhubungan yang mulai memudar antara manusia dan lingkungannya.

“Gema Rasa” dihadirkan sebagai konsep yang memadukan rasa dalam berbagai bentuk–indra, emosi, hingga ingatan–sebagai pantulan hubungan manusia dengan budaya dan alam.
Setiap hidangan, musik, dan pertunjukan yang disajikan dirancang membangkitkan refleksi mengenai relasi tersebut.

Lokatana lahir dari kesadaran akan semakin jauhnya manusia dari alam. Yayasan Masarang, sejak 2003 aktif memberdayakan masyarakat dalam pelestarian lingkungan, bersama PT KAI MEYA INDONESIA yang menekankan keberlanjutan dalam budaya dan gaya hidup di Tomohon, menjadikan event ini ruang kolaboratif bagi seniman, komunitas kreatif, dan UMKM lokal.
Co-founder Lokatana, sekaligus pemilik KAI Meya, Carlina Tatiana, mengatakan bahwa perhelatan ini tidak hanya menyajikan pertunjukan, tetapi juga membawa pesan penting tentang budaya kuliner Minahasa.
“Tujuan event ini lebih mengedukasi masyarakat tentang budaya bumbu Minahasa agar lebih dikenal luas. Kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa budaya makanan yang biasanya memakai satwa liar–yang kini sudah dilarang–bisa digantikan dengan bahan makanan yang dapat dikonsumsi umum menggunakan bumbu Minahasa,” ujarnya, Sabtu malam, (22/11/2025).

Selain menghadirkan pengalaman dining-theater, Lokatana #4 juga menyuguhkan lokakarya serta pasar terkurasi yang menampilkan hidangan dan kerajinan terbaik Sulawesi Utara.
Semua dirancang sebagai bagian dari perjalanan sensorial yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga dihayati sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan tradisi.

Salah satu pembina Yayasan Masarang, Jhon Tasirin, mengapresiasi sambutan hangat masyarakat yang hadir.
“Saya sangat senang dengan antusias peserta yang datang di kegiatan tersebut, dan memilih jadi tamu untuk menikmati sajian yang dibalut dengan teater guna mengenalkan semua menu yang disediakan,” tuturnya.
Melalui “Gema Rasa”, Lokatana menanamkan kesadaran bahwa tindakan kecil dan penuh kepedulian terhadap alam dapat menjadi percik perubahan besar. Kolaborasi lintas disiplin dalam acara ini menjadi simbol perayaan harmonis antara manusia, alam, dan kebudayaan yang dijaga bersama.


