ZONAUTARA.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi Gula Kristal Putih (GKP) mencapai 3,04 juta ton pada tahun 2026. Target ini diharapkan tercapai dengan memanfaatkan luas areal panen tebu nasional yang ada, yaitu 576.538 hektare.
“Sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan seluruh pemangku kepentingan jadi kunci penting mewujudkan swasembada gula nasional secara menyeluruh, baik untuk konsumsi maupun industri,” kata Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementan Abdul Roni di sebuah pertemuan di Surabaya, Jawa Timur.
Dari sisi produktivitas, diperhitungkan bahwa rata-rata produksi GKP adalah sebesar 5,28 ton per hektare, sementara produktivitas tebu mencapai 70,87 ton per hektare. Selain itu, rata-rata rendemen nasional diestimasi mencapai 7,45 persen, menunjukkan efisiensi pengolahan tebu yang membaik.
Dengan total produksi 3,04 juta ton, Abdul menyatakan bahwa target tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat yang sekitar 2,8 juta ton, sehingga berpotensi menciptakan surplus sebesar 0,2 juta ton untuk rumah tangga.
Abdul menegaskan, target ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendorong penambahan produksi tebu untuk mengurangi ketergantungan impor. Target lebih lanjut terlihat pada Roadmap Swasembada Gula Nasional yang menetapkan produksi hingga 3,27 juta ton pada 2027.
Diolah dari laporan Antara.

