Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Diduga Kabur dari Pengawasan

Tersangka kasus pencabulan santriwati di Pati belum memenuhi panggilan penyidik dan diduga melarikan diri, Polresta Pati siap ambil tindakan tegas.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Tersangka kasus pencabulan terhadap beberapa santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga telah melarikan diri setelah tidak kunjung ditahan. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati menegaskan bahwa tindakan hukum tegas akan diambil apabila tersangka terus tidak menunjukkan sikap kooperatif.

Berdasarkan pengamatan pada Selasa (5/5), tersangka yang berinisial A, dan merupakan pengasuh dari pondok pesantren tersebut, belum memenuhi panggilan dari penyidik. Sebelumnya, tersangka dijadwalkan untuk diperiksa hingga Senin (4/5) malam. Ketidakhadiran A semakin memperkuat dugaan bahwa ia sengaja menghindari proses hukum dengan bersembunyi.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mencoba menggunakan pendekatan dari pihak keluarga untuk membujuk agar tersangka mau hadir, namun hingga kini hasilnya nihil. “Kami panggil keluarga si A untuk mencari dan membujuk yang bersangkutan, namun tersangka A juga tidak dapat dihubungi (lost contact),” jelas Dika.

Polisi menegaskan mereka tidak akan diam menghadapi situasi ini. “Apabila yang bersangkutan tidak kooperatif dan terdapat indikasi melarikan diri, maka kami akan melakukan upaya paksa berupa penangkapan,” tambahnya. Hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap tersangka A masih dilanjutkan guna menegakkan hukum.

Dalam kasus ini, penutupan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo menyisakan masalah bagi 252 santri yang mayoritas adalah anak yatim dan tidak mampu, yang telah dipulangkan sejak awal Mei 2026. Meskipun masa depan pendidikan mereka sempat terancam, beberapa lembaga pendidikan di Kabupaten Pati telah menyatakan siap menampung mereka untuk melanjutkan pendidikan.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com