Diversifikasi Portofolio Askrindo Dorong Pertumbuhan Positif

PT Askrindo dorong pertumbuhan positif melalui diversifikasi portofolio, catat premi Rp1,16 triliun per 31 Maret 2026.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatatkan pertumbuhan positif dengan total premi sebesar Rp1,16 triliun, meningkat sekitar 10% year-on-year (yoy) per 31 Maret 2026. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari diversifikasi portofolio perusahaan, terutama pada lini asuransi umum.

Penguatan dalam lini asuransi umum menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan mencapai 44%. Di sisi lain, laba perusahaan juga mencatat peningkatan signifikan sebesar 77% yoy meskipun belum merinci angka pastinya. “Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” ujar Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/5).

Trend positif ini berlangsung sejak 2025, di mana Askrindo membukukan premi bruto mencapai Rp4,44 triliun dengan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun. Konsolidasi ekuitas perusahaan meningkat menjadi sekitar Rp9,4 triliun dan total aset mencapai sekitar Rp32,9 triliun. “Kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting,” tambah Mahelan.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, Askrindo menerapkan strategi diversifikasi portofolio melalui tiga pilar utama: penguatan bisnis penugasan pemerintah, pengembangan segmen BUMN dan korporasi dengan layanan terfokus, dan ekspansi bisnis ritel termasuk produk asuransi mikro dan lainnya. “Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko,” jelasnya lebih lanjut.

Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan Askrindo serta meningkatkan penetrasi pasar di berbagai segmen, menjadikan perusahaan lebih kompetitif di industri penjaminan di Indonesia.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com