ZONAUTARA.com – Efek Compton merupakan salah satu topik penting dalam pelajaran Fisika yang membahas interaksi antara gelombang cahaya dan elektron. Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh Arthur Holly Compton, seorang fisikawan Amerika Serikat, yang mempelajari penyebaran sinar-X yang dihasilkan dari radioaktif lempengan tipis. Melalui eksperimennya, Compton mengamati bahwa ketika sinar-X menumbuk elektron bebas, panjang gelombang yang terhambur menjadi lebih besar dibanding panjang gelombang awal.
Efek ini menjadi dasar pemahaman untuk interaksi antara foton dan elektron, di mana sinar-X, yang terdiri dari foton, bertabrakan dengan elektron bebas. Ketika terjadi tumbukan, energi foton diserap oleh elektron, mengakibatkan pengurangan energi foton dan peningkatan panjang gelombangnya.
Secara matematis, efek Compton dijelaskan melalui rumus: Δλ=λ’−λ=h/mc(1−cosɵ), di mana λ’ adalah panjang gelombang sinar X setelah tumbukan, λ adalah panjang gelombang awal, h adalah konstanta Planck, m adalah massa diam elektron, c adalah kecepatan cahaya, dan ɵ adalah sudut hamburan.
Salah satu contoh soal yang kerap diajarkan dalam pelajaran Fisika adalah menentukan energi kinetik maksimum dari foton menggunakan rumus EK = hu – w, di mana h adalah konstanta Planck, u adalah frekuensi, dan w adalah fungsi kerja logam.
Memahami dan mengerjakan contoh soal efek Compton dapat membantu siswa untuk lebih mendalami penerapan konsep ini dalam situasi nyata, serta memperkuat pemahaman tentang hukum kekalan momentum dan energi dalam fisika modern.
Diolah dari laporan Tirto.

