ZONAUTARA.com – Sir Keir Starmer sedang berjuang untuk tetap bertahan sebagai pemimpin Partai Buruh, sementara menghadapi tekanan dari para kritikus, termasuk beberapa menterinya, untuk mundur dari kursi Perdana Menteri. Tekanan ini muncul ketika para anggota parlemen Partai Buruh memberontak dan menuntut Starmer untuk menetapkan jadwal pengunduran dirinya setelah serangkaian pemilihan yang dianggap bencana pekan lalu.
Beberapa menteri kabinet, termasuk Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood, mendesak Starmer untuk segera mengumumkan jadwal kepergiannya. Namun, dalam rapat kabinet mingguannya, Starmer menegaskan bahwa ia tidak berniat mundur dan menantang para pesaing potensialnya untuk secara resmi menantang kepemimpinannya. Menurut peraturan partai, seorang anggota parlemen membutuhkan dukungan 81 rekan, atau 20% dari jumlah anggota Partai Buruh, untuk mengajukan tantangan formal.
Setelah rapat tersebut, sekutu-sekutu utama seperti Menteri Perumahan Steve Reed dan Menteri Pekerjaan dan Pensiun Pat McFadden menyatakan kepada wartawan bahwa mereka tetap mendukung Starmer. Namun, Menteri Kesehatan Wes Streeting, yang dipandang sebagai pesaing kepemimpinan potensial, tidak memberikan komentar kepada wartawan saat meninggalkan Downing Street.
Kondisi partai sekarang sangat tegang, dengan hampir 80 anggota parlemen dari Partai Buruh secara terbuka mendesak Starmer untuk segera mengundurkan diri atau setidaknya menetapkan jadwal pengunduran diri. Miatta Fahnbulleh, seorang menteri komunitas, menjadi pejabat pemerintah pertama yang mengundurkan diri. Bersama Streeting, mantan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner dipandang sebagai pesaing terbesar bagi Starmer di antara anggota parlemen Partai Buruh.
Ketegangan ini diawali oleh pidato yang diadakan secara mendadak oleh Starmer pada hari Senin, yang dimaksudkan untuk mengokohkan posisinya. Namun, langkah tersebut tampaknya berbalik melawan dirinya, dengan semakin banyak anggota parlemen yang menuntut pengunduran dirinya. Pemberontakan ini dipicu setelah hasil buruk dalam pemilihan pekan lalu, di mana Partai Buruh kehilangan hampir 1.500 kursi di pemilihan lokal di seluruh Inggris, serta terkalahkan di Wales dan mengalami hasil terburuk sepanjang masa dalam pemilihan Parlemen Skotlandia. Hasil pemilihan ini dianggap sebagai ujian penting bagi kepemimpinan Starmer di tengah peringkat jajak pendapat yang buruk dan kontroversi terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar AS, yang membuat beberapa anggota parlemen meragukan penilaiannya.
Diolah dari laporan BBC News.

