ZONAUTARA.com – Pada pagi ini, perhatian publik lebih tertuju pada pertemuan singkat antara Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan Wes Streeting dibandingkan dengan Pidato Raja di parlemen Inggris. Pertemuan tersebut berlangsung kurang dari 20 menit di Nomor 10, dan hingga kini belum ada informasi resmi mengenai apa yang terjadi dalam pertemuan tersebut.
Tak lama setelah pertemuan itu, Raja tiba di Westminster untuk membuka sesi baru parlemen dengan membacakan rencana undang-undang baru pemerintah. Acara seremonial ini dijadwalkan untuk minggu ini, mengantisipasi hasil pemilu yang kurang menggembirakan dan keresahan politik yang mungkin terjadi setelahnya. Namun, upaya pemerintah untuk meredam spekulasi tidak sepenuhnya berhasil.
Di sisi lain, meskipun otoritas Perdana Menteri mengalami tekanan, belum ada penantang yang muncul dengan dukungan 81 anggota parlemen yang dibutuhkan untuk tantangan kepemimpinan. Salah satu pendukung Perdana Menteri berkomentar, “Wes tidak memiliki dukungan cukup dan Andy Burnham belum mendapatkan kursi parlemen.” Meski demikian, para pendukung Streeting menganggap ini sebagai propaganda belaka.
Politiking terbuka sementara Raja berada di gedung parlementer dianggap tidak tepat, namun situasi saat ini dianggap tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Ada kemungkinan setelah pembukaan sesi parlemen mereda, Streeting akan bergerak maju, didorong oleh keinginan beberapa pendukungnya yang secara terbuka menyatakan bahwa Perdana Menteri harus mundur.
Sementara itu, Organisasi Penghubung Serikat Buruh dan Partai Buruh mengeluarkan pernyataan bahwa “jelas Perdana Menteri tidak akan memimpin Partai Buruh dalam pemilu berikutnya.” Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya perpecahan di antara serikat tentang langkah selanjutnya. Drama politik ini tampaknya belum akan berakhir, meskipun ada jeda sebentar karena pertemuan kopi pribadi dan acara seremonial.
Diolah dari laporan BBC News.

