Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

Sudah 429 orang meninggal akibat tsunami Selat Sunda

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Hingga Selasa (25/12/2018) siang, korban yang ditemukan meninggal dunia sudah mencapai 429 orang.

https://www.youtube.com/watch?v=A2GhfV7sSO0&feature=youtu.be

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) jumlah korban itu meliputi lima kabupaten yakni Kabupaten Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.

Kabupaten Padegalang merupakan wilayah terparah yang diterjang tsunami tak terdeteksi itu, dan tercatat ditemukan 290 orang meninggal di sana.

Situasi ini telah membuat pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Pandeglang hingga 14 Januari 2019. Sementara di Lampung Selatan status tanggap darurat hanya diberlakukan selama 7 hari hingga 29 Desember 2018.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur menyatakan bahwa status itu bisa saja diperpanjang tergantung situasi di lapangan.

BNPB juga mencatat ada sebanyak 1.485 orang luka-luka, 154 orang masih dinyatakan hilang dan sebanyak 16.802 orang yang harus mengungsi di berbagai lokasi.

Sementara itu, tim gabungan dari berbagai unsur masih terus melakukan evakuasi, sehingga besar kemungkinan jumlah korban masih terus bertambah.

Gelombang tsunami yang diakibatkan aktivitas Gunung Anak Krakatau itu juga telah mengakibatkan sebanyak 882 unit rumah rusak berat, 73 hotel dan vila rusak serta 60 warung rusak.

BNPB juga mendata ada 434 perahu kapal yang rusak, dan puluhan kendaraan ikut juga rusak.

Presiden Joko Widodo yang meninjau langsung lokasi bencana pada Senin (24/12) kemarin memerintahkan penanganan pasca bencana dilakukan secara maksimal.

Jokowi juga memerintahkan BMKG untuk membeli alat-alat sistem deteksi peringatan dini tsunami agar bisa menghindari jumlah korban saat tsunami datang.

Dari berbagai sumber
Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending