Loading...

Akper Gumato-PPNI gelar Seminar Nasional Keperawatan

TOMOHON, ZONAUTARA.com Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Tomohon bekerja sama dengan Akademi Keperawatan (Akper) Gunung Maria Tomohon (Gumato) menggelar Seminar Nasional (Semnas) Keperawatan, Rabu (30/1/2019).

Seminar bertajuk ‘Peningkatan kompetensi perawat dalam menghadapi era digital’ ini pun dilaksanakan di Aula Karya Indah, Kakaskasen, Tomohon.

Sejumlah narasumber pun tampil dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi keperawatan, dosen keperawatan dan para perawat dari Rumah Sakit dan Puskesmas baik dari dan luar Kota Tomohon, serta Ketua DPD PPNI Kota Tomohon Ns. Ever Lontaan M.Kes.

Para narasumber tersebut, yakni Ns. Jon W. Tangka M.Kep, selaku Ketua DPW PPNI Provinsi Sulut, Prof. Gisela de Asas Luna selaku Vice President for Academic Affairs Trinity University of Asia, Philipines, Blacius Dedi M.Kep, yang merupakan Dosen STIKES Imanuel Bandung dan Ns. Fransiskus Dotulong M.Kep, selaku Dosen Akper Gunung Maria.

Ketua Panitia Ns. Vina Patandung M.Kep mengatakan, seminar nasional ini digelar untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi perawat, juga menjalin kerja sama di bidang kesehatan, khususnya pendidikan keperawatan, baik nasional maupun internasional dalam menghadapi era digital.

“Di tengah era digital saat ini, perawat harus memiliki kompetensi untuk meningkatkan mutu layanan keperawatan terhadap pasien, karena perawat memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standar keperawatan,” ujarnya.

Menurut dia, perawat tidak boleh ketinggalan informasi terkait penelitian-penelitian terbaru dalam bidang keperawatan yang dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan kompetensi perawat.

“Mahasiswa keperawatan juga harus selalu diperkenalkan dengan ilmu dan informasi keperawatan yang ter-up to date dan kaya akan teknologi informasi, karena hal ini dapat membantu mereka untuk mengurangi shock reality ketika mereka berada dalam dunia pelayanan keperawatan, baik secara nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Akper Gunung Maria Mareyke Sepang mengatakan, kemajuan besar dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal penting untuk pengembangan dalam dunia keperawatan.

MoU Akper Gunung Maria dengan
Trinity University of Asia, Philipines. (Foto: Istimewa)

Di mana, kata dia, teknologi mendukung perawat dalam praktik professional dalam berbagai bidang, baik itu bidang pendidikan, perawatan, penelitian maupun dalam bidang manajemen.

“Profesi perawat saat ini dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi yang ada di era digital saat ini, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang berbasis teknologi, namun tetap mampu memposisikan diri tanpa terjerumus dengan dampak negatif dari teknologi.

Dia pun mendorong perawat untuk mampu berinovasi dan memiliki kompetensi dengan tetap mempertahankan 9 karakter societas Jesus Maria Joseph (JMJ), yakni hospitality, caring, creativity, responsiveness, discipline, responsibility, integrity, fairness, respect.

Diketahui, dalam kegiatan Seminar Nasional Keperawatan ini juga turut dilakukan penandatanganan MoU, kerjasama Akper Gunung Maria Tomohon, dengan Trinity University of Asia, Philipines.

Editor : Christo Senduk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.