Bawaslu Tomohon bawa rekomendasi pelanggaran netralitas ke KASN

TOMOHON, ZONAUTARA.com Genderang perang terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak netral dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, terus ditabuh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tomohon.

Satu per satu kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN pun diusut oleh Bawaslu Tomohon.

Teranyar, satu kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN didalami oleh institusi yang dipimpin Deisy Soputan selaku Ketua dan Steffen S Linu dan Irfan Dokal sebagai Anggota.

Bawaslu pun telah membawa rekomendasi atas hasil kajian dari dugaan pelanggaran netralitas salah satu orang ASN tersebut ke Komisi ASN (KASN), Kamis (11/4/2019).

Hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Tomohon Deisy Soputan ketika dikonfirmasi melalui Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HP3S) Steffen S Linu.

“Hari ini saya ke KASN membawa rekom terkait kasus ASN yang mensosialisasikan caleg (calon anggota legislatif),” ungkap Steffen kepada Zona Utara, Kamis malam.

Menurut dia, rekomendasi dari pihaknya yang dibawa ke KASN tersebut, yakni pelanggaran perundang-undangan lainnya, yaitu Undang-Undang (UU) Netralitas ASN.

Steffen menjelaskan, berdasarkan hasil kajian pihaknya, ASN tersebut melanggar pasal-pasal  yang dilanggar pada UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Netralitas ASN dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11.

“Selebihnya, nanti KASN yang akan memutuskan sanksinya, karena tugas Bawaslu adalah memproses dugaan pelanggaran, sementara eksekusi ada pada KASN,” jelasnya.

Dia menegaskan, untuk menilai dan membuktikan apakah pelanggaran yang dilakukan itu berat atau ringan, serta apakah ASN tersebut dipecat atau tidak, semuanya tergantung KASN yang memiliki wewenang.

“Kami hanya meneruskan pelanggaran netralitas ASN melalui Form B14 tentang Penerusan Pelanggaran Perundang-undangan Lainnya,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.