Connect with us

Zona Tomohon

Dari pelaku keributan hingga penikmat lem diamankan URC Totosik

Para pelaku diamankan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan

Bagikan !

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Tiga orang pelaku gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) diamankan aparat Kepolisian Resor (Polres) Tomohon melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik, Jumat (13/9/2019) malam.

Dua orang diamankan karena mabuk dan membuat keributan. Sementara, satu pelaku lain, yaitu penikmat lem ehabon. Ketiganya diamankan di tempat yang berbeda.

Para pelaku keributan, yakni DU (42) alias Doni, warga Lingkungan IX, Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan, dan RR alias Roland (23), warga Lingkungan V, Kelurahan Paslaten Dua, Kecamatan Tomohon Timur.

Keduanya pelaku yang berprofesi sebagai supir ini diamankan di Lingkungan IX, Kelurahan Pangolombian, tepatnya di depan Gereja Katolik Pangolombian.

Sementara, satu orang lainnya yang diamankan URC Totosik, yakni SL alias Rio (25), warga Kelurahan Woloan Satu Utara, Kecamatan Tomohon Barat, tepatnya di Perum Griya Woloan Indah.

Ketua Tim (Katim) URC Totosik Yanny Watung menuturkan, pihaknya mengamankan lelaki Doni dan Roland karena pihaknya mendapatkan laporan masyarakat, bahwa keduanya yang sudah dikuasai minuman keras membuat keributan di wilayah itu.

“Awalnya kedua pelaku sedang pesta miras di salah satu acara, hingga terjadi adu mulut antara keduanya dan berujung pada aksi berteriak-teriak, sementara di dalam gereja sementara berlangsung Misa. Masyarakat yang merasa terganggu langsung melapor kepada kami,” ujar Watung.

Sementara untuk pelaku Rio, Yanny mengungkapkan, pihaknya mendapati laporan masyarakat, bahwa di kompleks Perum Griya Woloan Indah ada seorang pemuda yang sedang berteriak-teriak.

“Mendapatkan laporan itu, kami langsung menuju ke lokasi tersebut, yang kemudian mendapati lelaki Satrio Legiman ini dalam posisi duduk di lantai sambil menghirup lem ehabond,” tuturnya.

Menurut Yanny, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, para pelaku digiring ke kantor Polisi untuk diproses lebih lanjut.

Di mana, dua pelaku keributan dibawa ke Polsek Tomohon Selatan dan pelaku penghirup lem ehabon diamankan di Mapolres Tomohon.

Kapolres Tomohon ketika dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Iptu Johny Kreysen membenarkan hal tersebut.

“Para pelaku diamankan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Masyarakat yang juga mendapati adanya gangguan-gangguan seperti ini agar supaya segera dilaporkan kepada kami untuk kami tindak,” tandasnya.

Bagikan !
Advertisement
3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: small boobs brunettes

  2. Pingback: 바카라

  3. Pingback: kanjam

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Target diserahkan 31 Januari, penyusunan LKPD dikebut

Published

on

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman menegaskan, pihaknya akan mengupayakan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon diserahkan pada akhir Januari 2020 mendatang.

Jika terlaksana sesuai dengan target tersebut, Kota Tomohon pun akan menjadi yang pertama di Sulawesi Utara (Sulut) yang memasukan LKPD dan yang kedua di Indonesia setelah Kabupaten Musi Banyuasin.

“Di tahun-tahun sebelumnya penyerahan buku LKPD ini biasanya paling lambat diserahkan pada bulan Maret. Di tahun 2020 ini, Pemerintah Kota menjadi terobosan, bahwa kita akan pertama di Sulut menyerahkan LKPD di 31 Januari dan kedua tercepat di Indonesia,” ujar Eman beberapa waktu lalu.

Menurut Eman, penyerahan LKPD di akhr Januari ini tujuannya bukan untuk menjadi yang tercepat, melainkan sebagai bagian dari pemantauan pengelolaan keuangan dan kinerja.

“Targetnya bukan menjadi yang tercepat, tapi sebenarnya kita terus meningkatkan diri dalam rangkaian bagaimana laporan keuangan dan kinerja Pemerintah Kota Tomohon ini terus dipantau dan dievaluasi,” ungkap Eman.

Dia menegaskan, Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Tomohon saat ini sedang dalam tahapan perampungan sebelum nantinya diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala BPKPD Gerardus Mogi. (Foto: zonautara.com)

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Gerardus Mogi menjelaskan, dari 34 Perangkat Daerah ditambah 9 bagian yang ada di jajaran Pemkot Tomohon, hanya tertinggal 3 Perangkat Daerah yang sementara dirampungkan penginputan data-data asetnya.

“Ketiga Perangkat Daerah tersebut adalah PUPR, Dinkes dan Dikbud. Sementara, untuk 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Tomohon Timur dan Tomohon Utara masih belum menginput data, sedangkan Kecamatan Tomohon Selatan hampir selesai,” kata Mogi, Rabu (22/1/2020).

Menurut Mogi, dasar penyusunan LKPD adalah laporan keuangan dari setiap Perangkat Daerah dan saat ini juga Inspektorat sementara melakukan review bagi setiap Perangkat Daerah yang laporan keuangannya sudah selesai dilaksanakan.

“Sejak tanggal 13 Januari itu dimulai dengan rekonsiliasi data Perangkat Daerah dengan Bidang Akutansi untuk posisi KAS (saldo akhir). Juga, rekonsiliasi data Aset dengan Bidang BMD untuk menghitung nilai Aset, akumulasi penyusutan Aset dan total pengadaan di tahun 2019,” pungkas Mogi.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com