Connect with us

Sosial Kemasyarakatan

Bangun Empati Jurnalis, ICRC, dan AJI selenggarakan Asia Media Conference 2019

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – International Committee of The Red Cross (ICRC) mengundang 28 jurnalis dari 17 negara seperti Australia, Thailand, Afganistan, Pakistan, Timor Leste, Indonesia, Myanmar, Kamboja, India, dan PNG dalam Asia Media Conference 2019 di Denpasar Bali. Selama dua hari, peserta akan mendiskusikan tentang pemanfaatan teknologi digital untuk membuat laporan kemanusiaan saat kondisi krisis karena konflik, perang atau bencana alam untuk membangun empati.

Alexandre Faite, Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste mengatakan saat membuka seminar ini bahwa profesi pekerja kemanusiaan dan jurnalis memiliki kesamaan prinsip: bekerja imparsial dan netral.

“Serta berkomitmen untuk berbagi cerita tanpa takut. Karena dua pekerjaan ini memiliki kesamaan yaitu kepedulian pada masyarakat,” ujarnya.

zonautara.com
Sahar Habib Ghazi, narasumber dari Media Maters for Democracy-Pakistan (depan) saat sesi diskusi “Telling Stories Like a Humanitarian: Challenges and Opportunities in The Digital Age – 2019 Asia Media Conference, Selasa (27/11/2019) di Swiss Bell Hotel Watu Jimbar, Bali.(Image: AJI)

Karena itu sejak 2006, Alexandre menjelaskan, ICRC telah mempertemukan pekerja kemanusiaan dan jurnalis untuk membangun kolaborasi dengan jurnalis untuk kepentingan kemanusiaan. Asia Media Conference sebelumnya diselenggarakan di Dhaka, Sydney, Manila, Hiroshima, Seoul, dan Bangkok.

Tahun ini mengambil tema Digital Empathy: Reporting Like a Humanitarian, selama dua hari, peserta mendapatkan beragam materi seperti regulasi yang berlaku saat konflik berdasarkan prinsip Hukum Humaniter Internasional. ICRC memperkenalkan teknologi Virtual Reality untuk mengajak jurnalis memahami kondisi wilayah konflik bersenjata, dan membangun empati pada masyarakat di wilayah konflik.

Lembaga ini juga mengundang berbagai pihak sebagai narasumber seperti Vice News Asia dan Tempo untuk menjelaskan bagaimana peliputan isu kemanusiaan dan pemanfaatan sosial media untuk mendistribusikan berita-berita isu kemanusiaan. Selain itu ICRC mengundang Twitter untuk menjelaskan kolaborasi yang dapat dibangun dengan jurnalis untuk pemanfaatan platform sosial media untuk mendorong perubahan.

zonautara.com
Peserta Asia Media Conference 2019 mencoba teknologi Virtual Reality untuk memahami kondisi wilayah konflik bersenjata.(Image: AJI)

Pada hari kedua konferensi, ICRC bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen menyelenggarakan dua minilabs tentang Cek Fakta dan Keamanan Digital. Sekretaris Jenderal AJI Indonesia dalam sambutan mengatakan teknologi seperti pisau bermata dua.

Kemajuan teknologi juga mengancam keberlangsungan jurnalisme itu sendiri, dan maraknya hoax ini menjadi keprihatinan tersendiri. Selain itu teknologi baru juga memunculkan ancaman terhadap kerja-kerja jurnalistik, termasuk jurnalis yang meliput isu kemanusiaan dan konflik.

“Dalam kondisi konflik perundungan (bullying) melalui dunia siber, atau yang disebut doxing, kepada Jurnalis semakin meningkat,” kata Revolusi Riza dalam sambutannya.

Ia mendorong jurnalis mendapat pembekalan dan lebih peduli dengan keselamatan saat melakukan peliputan konflik.

Bagikan !

Sosial Kemasyarakatan

Imbauan MUI soal Salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19

Salat Idulfitri dapat dilaksanakan di rumah.

Bagikan !

Published

on

Ilustras menara masjid. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri saat Pandemi.

Dalam fatwa itu, MUI mengimbau soal pelaksanaan salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19 yang masih terus berlangsung. Umat Islam di Indonesia yang berada di kawasan episentrum covid-19 atau zona merah dapat melaksanakan salat Idulfitri di rumah.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, di manapun lokasi salat Idulfitri nanti, masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya penularan virus korona.

“Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman pelaksanaan ibadah Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah SWT sekaligus menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Asrorun, Rabu (13/5/2020).

Dokumen lengkap tentang fatwa MUI ini dapat dibaca pada link ini.

Secara umum, fatwa ini memiliki pertimbangan bahwa salat Idulfitri merupakan ibadah yang menjadi salah satu syiar Islam dan simbol kemenangan dari menahan nafsu selama bulan Ramadan.

Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di rumah secara berjamaah atau sendiri, terutama untuk warga di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau bebas Covid-19, salat Idulfitri berjamaah bisa dilakukan seperti biasa

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com