Tenda sangat dibutuhkan, puluhan ribu warga Sulbar masih bertahan di pengungsian

2 mins read
Pengungsian Mamuju
Titik pengungsian di Desa Boteng Utara, Simboro, Mamuju. (Foto: Ronny A. Buol)

MAMUJU, ZONAUTARA.com – Puluhan ribu warga masih bertahan di tenda-tenda darurat di ratusan titik pengungsian di Sulawesi Barat.

Dari pantauan Zonautara.com di Mamuju, tenda-tenda darurat didirikan warga di tempat-tempat yang dianggap aman karena rumah mereka rusak terdampak gempa bumi.

Meski pemerintah menyediakan titik pengungsian dengan tenda-tenda yang lebih layak, namun tidak semua warga terdampak bisa ditampung.

Lokasi pengungsian utama ada di komplek Kantor Gubernur Sulbar, Stadion Manakarra dan pintu masuk Mamuju. Namun warga terdampak di desa-desa yang jauh dari pusat kota Mamuju terpaksa mendirikan tenda darurat.

Baca pula: Tanggap darurat di Sulbar diperpanjang dua pekan

Di Desa Boteng Utara, Kecamatan Simboro, ratusan kepala keluarga harus menyingkir ke lapangan desa karena rumah mereka rusak, dan berisiko ambruk. Beberapa rumah termasuk bangunan masjid ambruk rata tanah.

“Kami tidak ada pilihan lain, selain cari aman tinggal di tenda,” ujar Badarudin warga Boteng Utara.

Hal yang sama terpantau di Desa Sumare masih di Kecamatan Simboro. Sebanyak 40an kepala keluarga harus membangun tenda seadanya di sebuah bukit berjarak kurang lebih dua kilometer dari pemukiman mereka.

“Kami butuh tenda, pasokan air bersih dan juga makanan. Kami takut tinggal di kampung. Takut ada gempa lagi dan air laut naik,” ujar Suminto warga Sumare yang membawa serta istri dan ketujuh anaknya.

Warga desa Sumare menggantungkan pencaharian dari melaut. Gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Sulbar membuat warga desa trauma. Mereka takut melaut karena ancaman tsunami jika gempa datang lagi.

Di berbagai titik pengungsian yang ditemui Zonautara.com, warga mengeluhkan soal bantuan tenda. Mereka terpaksan menggunakan terpal seadanya untuk membangun tempat tinggal sementara. Pasokan bantuan terpal belum mencukupi kebutuhan mereka.

Salah satu rumah warga yang rusak di Desa Boteng Utara, Simboro, Mamuju (Foto: Ronny A. Buol)

Hingga Sabtu (23/1) Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Sulawesi Barat melaporkan sebanyak 89.624 warga Kabupaten Mamuju dan Majene masih mengungsi pascabencana gempa yang melanda wilayah itu.

Tercatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 91 jiwa, tiga orang dinyatakan hilang di Kabupaten Majene dan dua orang meninggal di pengungsian, 320 jiwa dengan luka sangat berat yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit, 426 jiwa luka berat, 240 jiwa luka sedang dan 2.703 jiwa luka ringan.

Masa tanggap darurat bencana gempa di Sulbar dijadwalkan akan diperpanjang dua pekan lagi.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com