Serial liputan: “Tanam Padi Beli Beras”

Editor: Redaktur

ZONAUTARA.com – Pada Maret hingga April 2026, Redaksi Zonautara.com melakukan liputan investigatif yang menyorot alih fungsi lahan di Bolaang Mongondow (Bolmong). Tema liputan ini menjadi penting karena dikerjakan di tengah keluhan petani soal modal bertani padi yang semakin tinggi dan fenomena beralih komoditi. Di pasar, warga juga mengeluhkan soal harga beras yang terus naik.

Bolmong selama ini dikenal sebagai “lumbung beras” bagi Provinsi Sulawesi Utara. Dan itu tak sekadar semboyan. Pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerag (RPJPD) Bolmong 2005-2025, visi pembangunan daerah ini menegaskan hal tersebut: “Bolaang Mongondow yang Baru, Berbudaya, Berdaya Saing dan Mandiri sebagai Lumbung Pangan Indonesia Timur”. Namun pada RPJPD 2025–2045 frase lumbung pangan itu tidak lagi ada. Visi pembangunan Bolmong saat ini menjadi “Bolaang Mongondow yang Berahlak, Mandiri, Maju dan Berkelanjutan.”

Barangkali penyusun RPJPD saat ini sadar bahwa Bolmong berada pada situasi yang sulit untuk mempertahankan eksistensi sebagai daerah pertanian sawah basah utama di Sulut. Hal ini sejalan dengan temuan Zonautara.com di lapangan. Puluhan petani dari belasan desa yang diwawancarai, mengakui bahwa menggarap sawah saat ini ibarat berjudi: infrastruktur pengairan yang rusak, pupuk yang sulit didapat, benih yang mahal, hama yang sulit dikendalikan dan sejumlah masalah lainnya.

Petani pun memilih jalan logis yang dapat menguntungkan mereka, yakni beralih komoditas tanaman. Jagung menjadi pilihan nomor satu, dan nilam menjadi opsi lainnya. Alasan mereka sederhana, bahwa menanam jagung dan nilam tidak memerlukan modal semahal menanam padi. Pun risikonya masih lebih kecil. Pilihan petani ini dapat diterima, tetapi para pejabat di Pemkab Bolmong masing enggan mengakui bahwa daerah mereka meski masih menjadi produsen utama beras bagi Sulut, tetapi telah digeser oleh produksi jagung.

Setumpuk dokumen kami baca dan pelajari, ribuan baris data kami analisis. Puluhan narasumber kami wawancarai. Sejumlah diskusi kami gelar dengan akademisi. Tak berhenti di situ, kami turun ke 11 desa di beberapa kecamatan di Bolmong. Dan hasilnya adalah serial liputan investigastif yang kami beri judul: “Tanam Padi Beli Beras”.

Sajian jurnalisme data dalam serial liputan ini dapat anda baca di sini: SERIAL LIPUTAN KHUSUS: TANAM PADI BELI BERAS.

Serial liputan: "Tanam Padi Beli Beras"
Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com