Connect with us

MINAHASA

Putusan Pelanggaran Pemilu Oknum Kumtua Amongena I Pertama Di Sulut

Published

on

zonautara.com
Ketua Panwaslu Minahasa Donny Rumagit.(Foto: zonautara.com/K-03)

MINAHASA, ZONAUTARA.com – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Tondano atas kasus pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) terhadap oknum Kumtua Desa Amongena I, Kecamatan Langowan Timur ternyata adalah yang pertama kali di Sulawesi Utara (Sulut).

“Untuk Sulut, ini adalah yang pertama kali pelanggaran Pemilu ada putusan dari PN. Padahal Minahasa sudah ketiga kali dengan tahun ini melaksanaan Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada),” ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Minahasa Donny Rumagit, Rabu (11/4/2018).

Oleh karena itu, Rumagit menyatakan jika pihaknya sangat bersyukur karena upaya dan kerja keras selama ini membuahkan hasil baik. Bahkan menurutnya, ini pertanda bahwa Panwaslu Kabupaten Minahasa dan jajarannya tidak main-main dalam menegakan aturan.

“Saya berharap hasil ini akan lebih meningkatkan kinerja kami dan jajaran dalam melakukan pengawasan terhadap semua tahapan Pilkada Kabupaten Minahasa tahun 2018,” ujar mantan Koordinator Daerah (Korda) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut ini.

Selain itu, Rumagit memberikan peringatan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Kumtua, TNI dan Polri untuk menjaga sikap netralitas selama Pilkada berlangsung.

“Kami tidak akan main–main jika menemui ada pelanggaran atau adanya laporan masyarakat karena hal ini adalah sebuah pelajaran dalam penegakan hukum pada Pilkada Minahasa,” katanya.

Apalagi, kata Rumagit, Undang–Undang sudah jelas mengatur soal hal tersebut termasuk kinerja Panwaslu dalam mengawasi Pemilu maupun Pilkada.

Sekadar diketahui, oknum Kumtua Amongena I Belly Memah dijatuhi hukuman Satu bulan penjara dan denda Rp 5 juta dengan subsider 1 bulan penjara karena terbukti melakukan tindakan pelanggaran Pemilu. Dimana Memah melakukan swafoto bersama Calon Bupati Roy Roring sambil mengancungkan dua jari dan ditampilkan pada media sosial.(K-03)

 

Editor: Eva Aruperes

 

Comments

comments

Click to comment

Komentar

MINAHASA

Meriah, Pagelaran Seni dan Budaya Setahun Jelang Pemilu 2019 Di Minahasa

Published

on

zonautara.com
KPU Minahasa bersama para pemenang Lomba. (Foto: zonautara.com/K-03)

MINAHASA, ZONAUTARA.com – Pagelaran seni dan budaya yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa dalam rangka setahun menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 berlangsung meriah.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Benteng Moraya Tondano, Sabtu (21/4/2018) diramaikan dengan berbagai lomba dan atraksi. Seperti halnya lomba dance dengan lagu Jingle Pemilu 2019 serta berbagai antraksi lainnya.

Ketua KPU Kabupaten Minahasa Meidy Tinangon mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk menyoliasisasikan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

“Pagelaran seni ini adalah salah satu bentuk sosialisasi tahapan Pemilu yang dilaksanakan pada seluruh provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia,” ujar Tinangon.

Lanjut dikatakanya, sebagai agenda nasional, Pemilu harus kita nantikan dengan gembira. Apalagi Pemilu adalah pesta demokrasi rakyat terbesar.

“Pesta demokrasi rakyat paling besar adalah Pemilu karena akan memilih presiden serta para wakil rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKB dan PPPA Youla Mamahani yang mewakili penjabat bupati mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi wahana dalam menumbuhkan nilai-nilai budaya pada kehidupan masyarakat.

“Langkah-langkah seperti ini harus dilakukan demi terpeliharanya budaya Minahasa dan tidak terpengaruh dengan budaya luar. Karena jika kita mampu memeliharanya, itu merupakan aset yang luar biasa,” pungkas Mamahani.

Kemeriahan makin terasa ketika seluruh peserta yang terdari sejumlah partai politik (Parpol), kelompok seni, Panitia Pemilihan Kecamatan serta KPU Minahasa melakukan dansa bersama dengan iringan berbagai lagu.(K-03)

 

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Continue Reading

MINAHASA

578 TPS Disiapkan Untuk Pilkada Minahasa

Published

on

zonautara.com
Ketua KPU Kabupaten Minahasa Meidy Tinangon. (Foto: zonautara.com/K-03)

MINAHASA, ZONAUTARA.com – Proses pemungutan suara dalam Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa akan dilangsungkan pada 578 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah itu tersebar pada 270 desa/kelurahan yang ada di 25 kecamatan se-Kabupaten Minahasa.

“Jumlah TPS yang akan digunakan sebagai tempat pencoblosan dan perhitungan suara sebanyak 578,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Meidy Tinangon, Sabtu (21/4/2018).

Dijelaskannya jumlah itu berdasarkan aturan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Dimana untuk Pilkada setiap TPS paling banyak terdapat 800 pemilih.

“Kalau sudah melebihi satu saja dari 800, maka akan langsung dibagi untuk menjadi dua TPS. Intinya tidak ada TPS yang melebihi 800
pemilih,” jelas Tinangon.

Selain itu dikatakannya, yang nantinya bertugas di TPS adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Jumlah KPPS yakni tujuh orang untuk setiap TPS. Namun perekrutan personel KPPS untuk 578 TPS baru nanti akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. Karena mengingat hari pemungutan dan perhitungan suara di TPS pada 27 Juni 2018.(K-03)

 

Editor: Eva Aruperes

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: