Connect with us

Wisata dan Perjalanan

Libur panjang, cobalah berlayar ke utara di nusa yang berserak

Merugilah yang hanya berdiam di rumah. Libur seminggu lamanya.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Merugilah yang hanya berdiam di rumah. Libur seminggu lamanya. Cukup buat waktu untuk menyusuri destinasi wisata, atau setidaknya mengexplore daerah yang belum pernah didatangi.

Anda yang tinggal di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah daratan pulau Sulawesi, kami merekomendasikan untuk mencoba berlayar ke wilayah utara.

Dimana itu? Itu tiga kabupaten kepulauan di bagian ujung Sulawesi Utara: Sitaro, Sangihe dan Talaud.

Kapal cepat sedang melayari lintasai pelayaran di Nusa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

Karena anjurannya anda berlayar, artinya datangilah tiga kabupaten itu dengan transportasi kapal laut. Walau ke Sangihe dan Talaud juga bisa didatangi lewat penerbangan komersil.

Ke Sitaro dan Sangihe saban hari ada kapal. Jika pagi, bisa menggunakan kapal cepat. Jika sore bisa menggunakan kapal reguler. Sedangkan ke Talaud tersedia pelayaran saban Senin, Rabu dan Jumat.

Aksesnya lewat pelabuhan Manado. Tiket bisa dibeli langsung di loket yang disediakan perusahaan pelayaran di kompleks pelabuhan.

zonautara.com
Pemandangan indah dari Baliranggeng, Sitaro. (Foto: zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

Di tiga kabupaten itu, tersedia hotel dan penginapan. Begitu juga dengan rumah makan dan akomodasi lainnya. Walau untuk urusan sewa kendaraan masih agak susah.

Di Sitaro ada sederet destinasi wisata, sebut saja gunung api Karangetang, air panas Lehi, patung Yesus di Balirangeng, danau Kapeta, melihat tarsius tumpara. Daftar ini hanya sebagian yang ada di pulau Siau.

Jika mau ke pulau-pulau satelitnya, tentu pasir putih Mahoro adalah rekomendasi utama. Lalu ada danau cinta Makalehi, pulau Ruang dan keindahan bawah air Sitaro yang memesona.

zonautara.com
Ujung pasir putih di pulau Mahoro, Kabupaten Sitaro. (Foto: zonautara.com/Ronny A. Buol)

Di Sangihe, adalah wajib pergi ke Langaneng, memandangi teluk Tahuna dari ketinggian. Di sana juga ada kearifan warga lokal membuat peda sanger.

Mengeksplore lebih jauh bisa mendatangi Batuwingkung, air terjun Kadadima, menyusuri hutan bakau Laine dan sejumlah destinasi lainnya.

Pantai Batuwingkung di Sangihe (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

Ke arah lebih jauh, Talaud menawarkan pesona sendiri. Jangan tanya bagaimana lembutnya pasir di pulau Sara. Dan beberapa gua yang berisi tengkorak manusia akan menjadi tantangan adrenalin anda.

Masih di pulau Karakelang, ada air terjun berhadap-hadapan di Ampadoap sambil mendengar cicitan burung nuri Talaud yang dilindungi.

Jika punya waktu lebih, datangi juga pulau-pulau terluarnya semisal Kakorotan, Intata dan Miangas. Sensasinya berbeda, karena anda berlayar menuju tepi Samudera Pasifik.

Sulawesi Utara memang memesona, jadi jangan cuma tahu soal pantai Malalayang, Bunaken, gunung Tumpa, gunung Lokon dan sebagainya. Sebab di utara sederet destinasi menanti jejak anda.

Bersegeralah, datangi utara dengan nusa yang berserak.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Wisata dan Perjalanan

Binte biluhuta, memanjakan lidah penikmat jagung

Aroma segar daun kemangi, sungguh menggugah selera. Bisa jadi akan membuat anda ketagihan.

Bagikan !

Published

on

milu siram
Binte Biluhuta (Foto: Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Mencoba sensasi kuliner Milu Siram, atau yang lebih dikenal Binte Biluhuta adalah hal yang tidak boleh dilupakan saat berkunjung ke Provinsi Gorontalo.

Kuliner khas ini, awalnya hanya disajikan pada perayaan adat tertentu. Seiring waktu, penganan ini sudah bisa dengan mudah ditemukan hampir di sepanjang jalan Kota Gorontalo. Harga jual per porsinya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000,00 – Rp15.000,00 saja.

Kenapa panganan ini harus dicoba? Meski sama-sama berbahan dasar jagung, Milu Siram sangat berbeda dengan sop jagung yang bisa kita temui. Butiran jagung rebus, berpadu parutan kelapa, sedikit campuran daging ikan kukus, kemangi, daun bawang, bawang goreng, sedikit garam, dan perasan jeruk nipis, akan membuat lidah anda dimanjakan dengan sensasi yang tidak biasa.

Bagi pecinta kuliner yang suka eksperimen, panganan ini juga bisa dicampur cabe (sesuai level pedas yang diinginkan), dan sedikit kecap manis. Aroma segar daun kemangi, sungguh menggugah selera. Bisa jadi akan membuat anda ketagihan.

Selain itu, proses pembuatannya mudah dan masih tergolong tradisional. Untuk merebus butiran jagung, kebanyakan masyarakat Gorontalo masih memilih menggunakan tungku dan kayu bakar. Ini untuk menjaga cita rasa tidak berubah. Sudah tentu selain nikmat, kuliner ini bebas bahan kimia. Jadi wajib dicoba. [PESONA.TRAVEL]

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com