Connect with us

HUKUM & KRIMINAL

Dikda Sulut Nyatakan Korban Pencabulan Tak Dilarang Masuk Sekolah

Published

on

zonautara.com
Ilustrasi korban pencabulan.(Foto: zonautara.com/Tonny Rarung)

MANADO, ZONAUTARA.com – Persoalan korban pencabulan yang diduga telah dikeluarkan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Manado, akhirnya menuai tanggapan dari Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinisi Sulawesi Utara (Sulut). Kepala Dikda Sulut Grace Punuh melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK Paulus Tamaka menjelaskan, pihaknya tak mempersoalkan kasus yang dialami, korban berinisal IW. Bahkan pihak Dikda sendiri meminta korban segera masuk sekolah.

“Anak ini (IW) harus sekolah. Kami berharap, saat dia masuk sekolah tidak terganggu psikologi,” jelas Tamaka, di hadapan korban dan orang tuanya bersama Ketua Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Negeri Manado EK Tindangen SH, Rabu (14/02) kemarin.

Tamaka menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah tersebut terkait adanya informasi anak tersebut dikeluarkan.

“Sesuai penjelasan Kepala Sekolah, mereka tak bermaksud anak itu tidak boleh bersekolah. Hanya saja Kepala Sekolah berpikir, saat anak ini beraktivitas jangan-jangan ada gangguan jiwa. Kalau dia siap dengan konsekuensi, silahkan saja bersekolah. Kami tidak melarang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Manado Moodie Lumintang saat diwawancarai menegaskan, pihaknya sebaliknya melakukan perlindungan kepada anak tersebut.

“Kami tidak memberikan skors. Soal info diberi skors, itu hanya miskomunikasi. Itu kebijakan, mengingat psikologi anak,” tandas Lumintang

Sekadar informasi, kasus ini telah dilaporkan korban bersama orangtuanya ke Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Negeri (PN) beberapa waktu lalu. Bahkan kasus pencabulan tersebut sementara berproses di PN Manado, dengan terdakwa alias Resa.

Tak mau ada diskriminasi korban, Tindangen yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) memfasilitasi agar korban bisa bersekolah lagi.(K-05)

 

Editor: Rahadih Gedoan

Comments

comments

Click to comment

Komentar

HUKUM & KRIMINAL

Polresta Manado Tatap Muka Dengan Tokoh Agama

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado menggelar tatap muka dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado, Rabu (21/2/2018). Kegiatan tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan koordinasi antara kepolisian dengan para tokoh agama, guna menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Manado.

Dalam kesempatan tersebut Wakapolresta AKBP Arya Perdana mengatakan, FKUB diharapkan untuk terus berkoordinasi mencegah guna terjadinya konflik agama.

“Daerah ini dikategorikan aman, namun kita tetap harus waspada dan mengantisipasi mengenai masalah agama yang lagi viral saat ini,” ujar Perdana.

Menurut Perdana, pihaknya berharap, FKUB dapat memberikan arahan kepada umat dan jemaah masing-masing, baik di Masjid dan Gereja, untuk tidak terprovokasi dengan berita–berita bohong yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama di wilayah Kota Manado dan Sulawesi Utara (Sulut).

“Kerukunan umat beragama di Sulut, khususnya Kota Manado diharapkan tetap terjaga dengan baik dan bisa jadi contoh buat kota yang lain,” kata Perdana.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Pdt Renata Ticonuwu dalam sambutannya mengatakan, bahwa setiap permasalahan agama yang terjadi di wilayah Kota Manado langsung dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian.

“Ke depan akan ada beberapa program rutin untuk melakukan sosialisasi tentang kerukunan antarumat beragama dan meningkatkan toleransi di Kota Manado,” ujar Ticonuwu. (K-05)

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Continue Reading

HUKUM & KRIMINAL

Sadis! Tersangka Penikaman ASN di Minut Mengaku Sakit Hati

Published

on

zonautara.com
Tersangka FR (jaket merah) bersama aparat Kepolisian, usai menyerahkan diri di Polres Minut. (Foto: zonautara.com/K-15)

MINUT, ZONAUTARA.com Tersangka kasus penikaman terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), akhirnya menyerahkan diri di Polres Minut, pukul 04.30 Wita, Rabu (21/2/2018).

Sehari sebelumnya, tersangka FR alias Frank (30), warga Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, mendatangi kantor Sekretariat DRPD Minut, kemudian terlibat pertengkaran dengan seorang ASN di kantor tersebut yang tak lain merupakan istrinya. Korban atas nama Jeane Manua dilarikan ke Rumah Sakit Prof. Kandouw Manado karena mengalami dua luka tusuk yang di bagian dada dan perut.

Tidak sampai 24 jam setelah kejadian, tersangka akhirnya menyerahkan diri kepada aparat kepolisian dan mengakui perbuatannya. Saat menjalani pemeriksaan, tersangka hanya tertunduk sambil menjawab satu per satu pertanyaan petugas pemeriksa.

“Saya sakit hati melihat istri selingkuh dengan laki-laki lain. Karena gelap mata, saya langsung menikam istri saya sebanyak dua kali,” kata FR kepada sejumlah awak media usai menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Minut.

Baca Juga: Percobaan Pembunuhan Gemparkan Sekretariat DPRD Minut

Kapolres Minut AKBP Alfarits Pattiwael melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Ronny Maridjan, membenarkan adanya peristiwa penikam yang terjadi di kantor DPRD Minut dan pelaku sudah menyerahkan diri.

“Tersangka telah menyerahkan diri langsung di Mapolres Minut. Sementara, motif dari kejadian tersebut adalah masalah keluarga. Selanjutnya diserahkan ke Piket Reskrim untuk proses lebih lanjut,” ujar Maridjan. (K-15)

 

Editor : Christo Senduk

Comments

comments

Continue Reading
%d bloggers like this: