Mengapa Sulawesi Utara tak pernah lepas dari gempa?
Senin pagi, 8 Juni 2026, Sulawesi Utara kembali berguncang. Kali ini gempa M7,7 di Mindanao membuktikan bahwa ancaman selalu datang bahkan dari luar. Apa yang membuat wilayah Sulawesi Utara begitu rentan, dan sudah berapa lama ini berlangsung?
FOKUS: Banjir Bandang Bolaang Mongondow
Banjir bandang menerjang 4 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow. Banjir yang datang tiba-tiba pada Selasa sore, 27 Mei 2026 itu, berdampak pada ratusan rumah warga.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Teras.id dan 29 media mitra di seluruh Indonesia mengecam keras tindakan intimidasi dan teror terhadap redaksi @floresadotco
Teror dan intimidasi terhadap Floresa.co merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers, keselamatan jurnalis, dan demokrasi di Indonesia.
#kebebasanpers #terormedia #floresadotco #terasid #indonesiabukancumajakarta
Teras.id dan 29 media mitra di seluruh Indonesia mengecam keras tindakan intimidasi dan teror terhadap redaksi @floresadotco
Teror dan intimidasi terhadap Floresa.co merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers, keselamatan jurnalis, dan demokrasi di Indonesia.
#kebebasanpers #terormedia #floresadotco #terasid #indonesiabukancumajakarta
...
Selama satu dekade terakhir Kotamobagu telah mengoleksi 10 Piala Adipura. Namun bagi Salman, petugas kebersihan yang sudah berusioa 51 tahun, penghargaan itu tidak mengubah satu kenyataan, bahwa sampah tetap harus diangkut setiap hari.
Bagi sebagian orang, Adipura adalah simbol keberhasilan sebuah kota menjaga lingkungan. Tapi bagi Salman dan petugas lainnya, kebersihan kota sesungguhnya bergantung pada orang-orang yang setiap hari memastikan sampah tidak sempat menumpuk di lingkungan warga.
Karena itu, ketika membahas tentang kebersihan kota, pikirannya justru tertuju pada hal-hal yang jarang terlihat publik.
"Kalau memang harus mengupayakan dapat Adipura, minimal kendaraan harus siap tempur dulu, TPA diperbaiki. Sebab kalau soal kami pekerja, kami selalu siap kerja," ujarnya.
Ucapan Salman ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem persampahan Kotamobagu. Di balik kota yang tampak bersih setiap pagi, terdapat jaringan pekerja, armada, dan fasilitas yang harus terus bekerja tanpa henti.
Setiap hari sekitar 60 hingga 80 ton sampah masuk ke TPA Poyowa Kecil. Sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, dan perkantoran terus mengalir dari berbagai penjuru kota. Seiring pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman, dan aktivitas ekonomi, volume sampah itu berpotensi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam kondisi tersebut, para petugas kebersihan menjadi kelompok yang berada di garis depan. Ketika fasilitas belum memadai atau beban kerja bertambah, merekalah yang memastikan pelayanan tetap berjalan.
Selengkapnya baca di https://s.id/sampahkota02
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Selama satu dekade terakhir Kotamobagu telah mengoleksi 10 Piala Adipura. Namun bagi Salman, petugas kebersihan yang sudah berusioa 51 tahun, penghargaan itu tidak mengubah satu kenyataan, bahwa sampah tetap harus diangkut setiap hari.
Bagi sebagian orang, Adipura adalah simbol keberhasilan sebuah kota menjaga lingkungan. Tapi bagi Salman dan petugas lainnya, kebersihan kota sesungguhnya bergantung pada orang-orang yang setiap hari memastikan sampah tidak sempat menumpuk di lingkungan warga.
Karena itu, ketika membahas tentang kebersihan kota, pikirannya justru tertuju pada hal-hal yang jarang terlihat publik.
"Kalau memang harus mengupayakan dapat Adipura, minimal kendaraan harus siap tempur dulu, TPA diperbaiki. Sebab kalau soal kami pekerja, kami selalu siap kerja," ujarnya.
Ucapan Salman ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem persampahan Kotamobagu. Di balik kota yang tampak bersih setiap pagi, terdapat jaringan pekerja, armada, dan fasilitas yang harus terus bekerja tanpa henti.
Setiap hari sekitar 60 hingga 80 ton sampah masuk ke TPA Poyowa Kecil. Sampah rumah tangga, pasar, pertokoan, dan perkantoran terus mengalir dari berbagai penjuru kota. Seiring pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman, dan aktivitas ekonomi, volume sampah itu berpotensi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam kondisi tersebut, para petugas kebersihan menjadi kelompok yang berada di garis depan. Ketika fasilitas belum memadai atau beban kerja bertambah, merekalah yang memastikan pelayanan tetap berjalan.
Selengkapnya baca di https://s.id/sampahkota02
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
🌊 14 organisasi di 14 negara, 5 benua. dalam satu misi.
No-Trash Triangle Initiative (NTTI) terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Global Ocean Cleanup 2026, bersama 13 organisasi lainnya dari berbagai negara. Inisiatif global ini digagas oleh Oceanic Society dalam rangka Sea Turtle Week, menggerakkan ribuan sukarelawan di seluruh dunia untuk melindungi laut dan ekosistem pesisir.
Mitra yang terpilih akan melaksanakan aksi pembersihan pantai, sekaligus berkesempatan mengikuti Marine Debris Art Contest, kompetisi tahunan yang mengubah sampah laut menjadi karya seni kreatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lautan.
Kini saatnya kita bergerak bersama!
📍 Bergabunglah dalam aksi pembersihan pantai di Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken, sebagai bagian dari Global Ocean Cleanup 2026.
📅 Sabtu, 13 Juni 2026
🕗 08.00 WITA – sampai pantai bersih
📍 Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken
Setiap sampah yang kita angkat adalah langkah nyata untuk melindungi penyu laut, satwa pesisir, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada laut yang sehat.
🤝 Ajak teman, keluarga, dan rekan Anda untuk ikut terlibat.
💬 Tandai mereka di kolom komentar.
📢 Bagikan postingan ini untuk menyebarkan semangat menjaga laut.
🌏 Mari menjadi bagian dari gerakan global yang membawa perubahan dari pesisir Bunaken hingga seluruh dunia.
❓Ada pertanyaan? Sila hubungi @notrashtriangle
#GlobalOceanCleanup2026 #SeaTurtleWeek #OceanicSociety #NTTI #Bunaken #PantaiLiang #BeachCleanup #SaveOurOcean #MarineConservation #IndonesiaForTheOcean
🌊 14 organisasi di 14 negara, 5 benua. dalam satu misi.
No-Trash Triangle Initiative (NTTI) terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Global Ocean Cleanup 2026, bersama 13 organisasi lainnya dari berbagai negara. Inisiatif global ini digagas oleh Oceanic Society dalam rangka Sea Turtle Week, menggerakkan ribuan sukarelawan di seluruh dunia untuk melindungi laut dan ekosistem pesisir.
Mitra yang terpilih akan melaksanakan aksi pembersihan pantai, sekaligus berkesempatan mengikuti Marine Debris Art Contest, kompetisi tahunan yang mengubah sampah laut menjadi karya seni kreatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lautan.
Kini saatnya kita bergerak bersama!
📍 Bergabunglah dalam aksi pembersihan pantai di Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken, sebagai bagian dari Global Ocean Cleanup 2026.
📅 Sabtu, 13 Juni 2026
🕗 08.00 WITA – sampai pantai bersih
📍 Pantai Liang, Taman Laut Nasional Bunaken
Setiap sampah yang kita angkat adalah langkah nyata untuk melindungi penyu laut, satwa pesisir, dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada laut yang sehat.
🤝 Ajak teman, keluarga, dan rekan Anda untuk ikut terlibat.
💬 Tandai mereka di kolom komentar.
📢 Bagikan postingan ini untuk menyebarkan semangat menjaga laut.
🌏 Mari menjadi bagian dari gerakan global yang membawa perubahan dari pesisir Bunaken hingga seluruh dunia.
❓Ada pertanyaan? Sila hubungi @notrashtriangle
#GlobalOceanCleanup2026 #SeaTurtleWeek #OceanicSociety #NTTI #Bunaken #PantaiLiang #BeachCleanup #SaveOurOcean #MarineConservation #IndonesiaForTheOcean
...
Setiap hari, rata-rata 60-80 ton sampah dihasilkan warga Kotamobagu. Dalam setahun, berarti lebih dari 20.000 ton yang harus ditampung di TPA Poyowa Kecil yang hanya seluas 2,8 hektare, dengan lahan aktif yang tersisa hanya sekitar 1 hektare. Jika tidak ada solusi, tahun ini Kotamobagu tidak akan punya tempat pembuangan sampah yang layak.
Sementara itu, lindi dari TPA mengalir ke Sungai Ongka, yang airnya mengalir hingga ke hilir melintas Bolmong. Di sepanjang alirannya, sungai ini menopang berbagai kehidupan, menjadi sumber air bagi pertanian, perikanan, dan tidak sedikit warga yang bergantung pada aliran airnya.
Setiap bulan warga ditagih kewajiban retribusi sampah. Banyak warga menceritakan bahwa aparat kelurahan tidak akan memproses pengurusan administrasi jika retribusi belum lunas. Tapi sampah kadang dijemput, kadang tidak. Di pasar, sampah menumpuk berhari-hari, sementara kendaraan operasional DLH banyak yang rusak.
"Di Balik 10 Kali Adipura" adalah serial liputan mendalam Zonautara.com yang akan tayang sepanjang Juni ini dan dipublikasikan di Teras.id. Serial laporan mendalam ini akan menelusuri lapisan persoalan pengelolaan sampah di Kota Kotamobagu: alur uang retribusi yang tidak transparan, kondisi TPA yang darurat dan dampak lingkungannya lintas batas administrasi, sistem outsourcing petugas kebersihan, dimensi sampah komersial dan industri yang selama ini luput dari laporan resmi, potensi konflik kepentingan dalam program edukasi sampah, hingga inisiatif-inisiatif akar rumput yang tumbuh tanpa menunggu kebijakan.
Di tengah semua laporan tentang kegagaln sistem, liputan ini juga akan memberikan ruang bagi mereka yang selama ini menjadi pelaku utama tanpa pernah menjadi pusat narasi: petugas kebersihan, pemulung di TPA, dan warga yang setiap hari berhadapan langsung dengan sampah kota yang tak pernah selesai.
Karena pada akhirnya, piala bisa berkilau atau redup. Tapi yang lebih penting adalah pertanyaan yang seharusnya sudah lama kita tanyakan kepada diri sendiri: Kota yang bersih untuk siapa, dan dengan cara apa?
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota01
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
Setiap hari, rata-rata 60-80 ton sampah dihasilkan warga Kotamobagu. Dalam setahun, berarti lebih dari 20.000 ton yang harus ditampung di TPA Poyowa Kecil yang hanya seluas 2,8 hektare, dengan lahan aktif yang tersisa hanya sekitar 1 hektare. Jika tidak ada solusi, tahun ini Kotamobagu tidak akan punya tempat pembuangan sampah yang layak.
Sementara itu, lindi dari TPA mengalir ke Sungai Ongka, yang airnya mengalir hingga ke hilir melintas Bolmong. Di sepanjang alirannya, sungai ini menopang berbagai kehidupan, menjadi sumber air bagi pertanian, perikanan, dan tidak sedikit warga yang bergantung pada aliran airnya.
Setiap bulan warga ditagih kewajiban retribusi sampah. Banyak warga menceritakan bahwa aparat kelurahan tidak akan memproses pengurusan administrasi jika retribusi belum lunas. Tapi sampah kadang dijemput, kadang tidak. Di pasar, sampah menumpuk berhari-hari, sementara kendaraan operasional DLH banyak yang rusak.
"Di Balik 10 Kali Adipura" adalah serial liputan mendalam Zonautara.com yang akan tayang sepanjang Juni ini dan dipublikasikan di Teras.id. Serial laporan mendalam ini akan menelusuri lapisan persoalan pengelolaan sampah di Kota Kotamobagu: alur uang retribusi yang tidak transparan, kondisi TPA yang darurat dan dampak lingkungannya lintas batas administrasi, sistem outsourcing petugas kebersihan, dimensi sampah komersial dan industri yang selama ini luput dari laporan resmi, potensi konflik kepentingan dalam program edukasi sampah, hingga inisiatif-inisiatif akar rumput yang tumbuh tanpa menunggu kebijakan.
Di tengah semua laporan tentang kegagaln sistem, liputan ini juga akan memberikan ruang bagi mereka yang selama ini menjadi pelaku utama tanpa pernah menjadi pusat narasi: petugas kebersihan, pemulung di TPA, dan warga yang setiap hari berhadapan langsung dengan sampah kota yang tak pernah selesai.
Karena pada akhirnya, piala bisa berkilau atau redup. Tapi yang lebih penting adalah pertanyaan yang seharusnya sudah lama kita tanyakan kepada diri sendiri: Kota yang bersih untuk siapa, dan dengan cara apa?
Selengkapnya baca di: https://s.id/sampahkota01
#terasid
#sampahkota
#kotamobagu
...
Detik detik sebuah bangunan roboh saat gempa terjadi di Gensan, Filipina. Gempa M7,9 tersebut juga dirasakan hingga ke Sulawesi Utara dan memicu peringatan tsunami.
Detik detik sebuah bangunan roboh saat gempa terjadi di Gensan, Filipina. Gempa M7,9 tersebut juga dirasakan hingga ke Sulawesi Utara dan memicu peringatan tsunami. ...
BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan besar dengan Magnitudo 7,7 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang mengguncang pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 5,69 Lintang Utara (LU) dan 125,05 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman sumber gempa (hiposenter) berada di 105 kilometer.
Menyusul parameter gempa yang cukup besar tersebut, BMKG langsung menetapkan status peringatan dini tsunami untuk enam wilayah provinsi, yaitu Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.
Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam daftar peringatan dini diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dan petunjuk evakuasi dari BPBD dan pemerintah daerah setempat.
BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan besar dengan Magnitudo 7,7 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang mengguncang pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 5,69 Lintang Utara (LU) dan 125,05 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman sumber gempa (hiposenter) berada di 105 kilometer.
Menyusul parameter gempa yang cukup besar tersebut, BMKG langsung menetapkan status peringatan dini tsunami untuk enam wilayah provinsi, yaitu Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.
Masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam daftar peringatan dini diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dan petunjuk evakuasi dari BPBD dan pemerintah daerah setempat.
...
Baru pulang dari laut, langsung timbang. 🐙
Ini boboca, sebutan lokal untuk gurita di Minahasa Utara. Ditangkap secara tradisional oleh nelayan Desa Bulutui, Likupang Barat.
Yang unik, nelayan di sini tidak boleh menangkap sembarangan. Ada zona khusus bernama Rumah Boboca, ditutup berbulan-bulan, lalu dibuka hanya 7 hari untuk panen. Hasilnya? Guritanya lebih besar, harganya lebih bagus.
Sederhana tapi cerdas. 🌊
📍 Desa Bulutui, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
#Boboca #Gurita #Nelayan #LikupangBarat
Baru pulang dari laut, langsung timbang. 🐙
Ini boboca, sebutan lokal untuk gurita di Minahasa Utara. Ditangkap secara tradisional oleh nelayan Desa Bulutui, Likupang Barat.
Yang unik, nelayan di sini tidak boleh menangkap sembarangan. Ada zona khusus bernama Rumah Boboca, ditutup berbulan-bulan, lalu dibuka hanya 7 hari untuk panen. Hasilnya? Guritanya lebih besar, harganya lebih bagus.
Sederhana tapi cerdas. 🌊
📍 Desa Bulutui, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
#Boboca #Gurita #Nelayan #LikupangBarat
...
Enam tahun. Sebelas bencana. Lebih dari 15.000 jiwa terdampak.
Banjir bandang yang menerjang Solimandungan di hari Idul Adha bukan kejadian tunggal, tapi adalah episode terbaru dari siklus yang makin kerap dan makin merusak di Bolaang Mongondow Raya.
Di balik setiap banjir, ada 81.377 hektar tutupan pohon yang hilang dalam 23 tahun, hutan penyangga yang dibabat untuk tambang dan perkebunan. DLH Bolmong sendiri menemukan erosi masif di tebing Sungai Botuk dan zona penyangga yang sudah berubah fungsi.
Sebelum banjir menerjang 4 desa di Bolmong pada 27 Mei 2026, ada lima peringatan dini dikirim. Namun tidak satupun sampai ke warga yang paling membutuhkan.
Banjir adalah peristiwa. Tapi ini sudah menjadi kondisi.
Baca laporan lengkap investigasi jurnalisme data Tim Zonautara.com di: https://s.id/alarmbmr
#BolmongRaya #BanjirBandang #Solimandungan #JurnalismeData #Deforestasi #MitigasiBencana
Enam tahun. Sebelas bencana. Lebih dari 15.000 jiwa terdampak.
Banjir bandang yang menerjang Solimandungan di hari Idul Adha bukan kejadian tunggal, tapi adalah episode terbaru dari siklus yang makin kerap dan makin merusak di Bolaang Mongondow Raya.
Di balik setiap banjir, ada 81.377 hektar tutupan pohon yang hilang dalam 23 tahun, hutan penyangga yang dibabat untuk tambang dan perkebunan. DLH Bolmong sendiri menemukan erosi masif di tebing Sungai Botuk dan zona penyangga yang sudah berubah fungsi.
Sebelum banjir menerjang 4 desa di Bolmong pada 27 Mei 2026, ada lima peringatan dini dikirim. Namun tidak satupun sampai ke warga yang paling membutuhkan.
Banjir adalah peristiwa. Tapi ini sudah menjadi kondisi.
Baca laporan lengkap investigasi jurnalisme data Tim Zonautara.com di: https://s.id/alarmbmr
#BolmongRaya #BanjirBandang #Solimandungan #JurnalismeData #Deforestasi #MitigasiBencana
...
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tampak tertunduk lesu di dalam mobil tahanan Kejaksaan Agung usai resmi ditetapkan sebagai tersangka, Rabu sore (3/6/2026). Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, keluar dari Gedung Bundar Jampidsus dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda (pink).
#BreakingNews #DadanHindayana #BadanGiziNasional #KejaksaanAgung #MakanBergiziGratis
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tampak tertunduk lesu di dalam mobil tahanan Kejaksaan Agung usai resmi ditetapkan sebagai tersangka, Rabu sore (3/6/2026). Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, keluar dari Gedung Bundar Jampidsus dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda (pink).
#BreakingNews #DadanHindayana #BadanGiziNasional #KejaksaanAgung #MakanBergiziGratis
...
Papua bukan hanya soal konflik. Papua adalah rumah bagi masyarakat adat, kekayaan hayati yang luar biasa, dan alam yang mungkin tidak akan pernah bisa kita gantikan jika hilang.
Karena itu, setiap konflik yang meluas harus menjadi perhatian kita bersama. Bukan untuk memperbesar perbedaan, tetapi untuk mencari jalan keluar yang lebih bijaksana. Sebab konflik selalu memiliki biaya yang mahal: korban, trauma, kerusakan lingkungan, dan reputasi bangsa.
Yang dibutuhkan bukan semakin banyak pihak yang saling berhadapan, melainkan semakin banyak pihak yang mau mendengar, memahami, dan menjaga perdamaian.
Semoga Papua Selatan tetap menjadi tanah yang damai, lestari, dan menjadi warisan yang bisa dinikmati generasi berikutnya.
Papua bukan hanya soal konflik. Papua adalah rumah bagi masyarakat adat, kekayaan hayati yang luar biasa, dan alam yang mungkin tidak akan pernah bisa kita gantikan jika hilang.
Karena itu, setiap konflik yang meluas harus menjadi perhatian kita bersama. Bukan untuk memperbesar perbedaan, tetapi untuk mencari jalan keluar yang lebih bijaksana. Sebab konflik selalu memiliki biaya yang mahal: korban, trauma, kerusakan lingkungan, dan reputasi bangsa.
Yang dibutuhkan bukan semakin banyak pihak yang saling berhadapan, melainkan semakin banyak pihak yang mau mendengar, memahami, dan menjaga perdamaian.
Semoga Papua Selatan tetap menjadi tanah yang damai, lestari, dan menjadi warisan yang bisa dinikmati generasi berikutnya.
...
Di kedalaman puluhan hingga ratusan meter, di mana gas beracun bisa mencabut nyawa tanpa suara dan warna, para penambang tradisional tidak dibekali sensor gas modern.
"Kalau mau turun, blower harus dinyalakan dulu berjam-jam supaya gas keluar," kata Rici Ondah, seorang pengawas lubang tambang di Tanoyan Selatan. Sisanya, mereka berserah diri.
Ketiadaan alat pelindung diri (APD) fisik secara tidak sadar digantikan oleh "APD psikologis" dalam bentuk spiritualitas. Ikal Umboyo, penanggung jawab tambang dengan pengalaman 26 tahun, memiliki keyakinan mendalam bahwa keselamatan mereka bukan diatur oleh standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), melainkan oleh moral.
"Tambang ini mistis. Kalau hati kita baik, hasilnya juga baik," kata Ikal.
Di saat istirahat, penambang seperti Elpan Mangkio, 25 tahun, bahkan tak ragu menggelar sajadah seadanya di atas tanah berlumpur, merapal "Bismillah" sebelum kembali ditelan kegelapan.
Fenomena ini bukanlah hal klenik belaka. Berbagai literatur riset mengkonfirmasi adaptasi psikologis ini. Jurnal Workplace Spirituality and Employee Performance (2024) serta penelitian dalam Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology (2024) menyoroti bahwa di lingkungan bertekanan tinggi dengan risiko kecelakaan ekstrem, praktik spiritual menjadi mekanisme utama bagi pekerja untuk menjaga kewarasan, ketenangan, dan daya tahan.
Di Tanoyan, doa dan sedekah adalah cara mereka merasionalisasi maut yang mengintai setiap hari.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah11
#terasid
#tambangrakyat
#tambangtradisional
Di kedalaman puluhan hingga ratusan meter, di mana gas beracun bisa mencabut nyawa tanpa suara dan warna, para penambang tradisional tidak dibekali sensor gas modern.
"Kalau mau turun, blower harus dinyalakan dulu berjam-jam supaya gas keluar," kata Rici Ondah, seorang pengawas lubang tambang di Tanoyan Selatan. Sisanya, mereka berserah diri.
Ketiadaan alat pelindung diri (APD) fisik secara tidak sadar digantikan oleh "APD psikologis" dalam bentuk spiritualitas. Ikal Umboyo, penanggung jawab tambang dengan pengalaman 26 tahun, memiliki keyakinan mendalam bahwa keselamatan mereka bukan diatur oleh standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), melainkan oleh moral.
"Tambang ini mistis. Kalau hati kita baik, hasilnya juga baik," kata Ikal.
Di saat istirahat, penambang seperti Elpan Mangkio, 25 tahun, bahkan tak ragu menggelar sajadah seadanya di atas tanah berlumpur, merapal "Bismillah" sebelum kembali ditelan kegelapan.
Fenomena ini bukanlah hal klenik belaka. Berbagai literatur riset mengkonfirmasi adaptasi psikologis ini. Jurnal Workplace Spirituality and Employee Performance (2024) serta penelitian dalam Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology (2024) menyoroti bahwa di lingkungan bertekanan tinggi dengan risiko kecelakaan ekstrem, praktik spiritual menjadi mekanisme utama bagi pekerja untuk menjaga kewarasan, ketenangan, dan daya tahan.
Di Tanoyan, doa dan sedekah adalah cara mereka merasionalisasi maut yang mengintai setiap hari.
Selengkapnya baca di: https://s.id/menambangkisah11
#terasid
#tambangrakyat
#tambangtradisional
...
