TERKINI
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah pada 7 November 2026•Suami di Banggai Eksploitasi Istri Lewat MiChat Bayar Utang•Hasil Liga Primer: Everton Tundukkan Coventry 3-1 di Hill Dickinson•Kasus Ibu Aniaya Anak Kandung di Ketapang, Polisi Lakukan Pencarian•Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Pemadaman Karhutla di Kalteng•Dua Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz, Iran Klaim Ranjau Penyebabnya•Lima Kru Selamat dari Heli Jatuh di Kalteng Akan Dirawat di Jakarta dan Semarang•Mendagri Anjurkan Pemda Segera Daftarkan Perlinsos Digital•Mantan Menteri Turki Ditahan atas Dugaan Korupsi Saham•Kemenhaj Dukung Upaya Saudi Berantas Makelar Haji Ilegal•Thomas Markle Dihadapkan ke Pengadilan atas Tuduhan Materi Pelecehan Anak•Pengacara Russell Brand Laporkan Diri ke Regulator Usai Konfrontasi dengan Jurnalis•Gempa M4.9 Guncang Sigi•Hubungan Internasional, Kebijakan Ekspor: Rangkuman Berita Nasional 6 November 2026•Pertamina Mandalika Racing Series 2026: Momentum Pengembangan Pembalap Muda RI•Dafne Keen Beberkan Sisi Kelam Hollywood: Ditawari Kokain Sejak 11 Tahun•KRL Dilempari Batu, Kaca Pecah di Rute Cikarang-Kampung Bandan•Mendagri Tito Karnavian Raih Penghargaan atas Reformasi Daerah•Australia Kirim Hercules untuk Bantu Atasi Karhutla di Indonesia•Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Km•Kepala Met: Tidak Terkejut Jika Ada Tuduhan Baru Terkait Brand•Harga emas hari ini, 6 November 2026•Harga emas hari ini, 6 November 2026•Harga emas hari ini, 6 November 2026•Cadangan Devisa Indonesia Naik Capai 146,8 Miliar Dolar AS pada Oktober 2026•Francesco Bagnaia Soroti Keamanan MotoGP Qatar 2026•Puan Serukan Pemuda Gereja Perjuangkan Keadilan di Manado•Perawatan Rumput Stadion Trikoyo Klaten Telah Capai 70%•Pemerintah RI Akan Tingkatkan Penggunaan Bioetanol Menjadi 50%•Cadangan Devisa Indonesia Oktober 2026 Stabil di 146,8 Miliar Dolar•
PANTAU IKLIM

Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.

DATA SULUT

Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.

KEAMANAN DIGITAL

Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.

INFO KAPAL

Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.

Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.

Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.

Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.

Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.

Follow Instagram Kami
Sebuah kemasan dibeli dalam hitungan menit. Dipakai sebentar, lalu dibuang. Setelah itu, perjalanannya menjadi lebih panjang.

Ada yang memungutnya dari jalan. Ada yang menariknya dari sungai. Ada yang memilah, mengangkut, menyeberangkan, mengirim, dan mengolahnya. Setiap tahap membutuhkan tenaga, waktu, fasilitas, dan biaya.

Tetapi ketika sebuah kemasan kehilangan nilainya dan berubah menjadi sampah, pertanyaannya menjadi jauh lebih sulit: Siapa yang membayar semua ongkos itu?

Sejak April 2026, Zonautara.com menelusuri pertanyaan tersebut melalui kerja lapangan, wawancara, dokumen, dan perjalanan material setelah dibuang. Semakin jauh kami mengikuti jejaknya, semakin jelas bahwa persoalan sampah tidak hanya berbicara tentang apa yang mencemari sungai atau laut.

Ini juga cerita tentang siapa yang menanggung biaya ketika material tak lagi berharga. Tentang siapa yang bertanggung jawab setelah sebuah produk selesai digunakan. Dan tentang apakah sebuah sistem yang bergantung pada banyak pihak dapat terus bekerja ketika biaya terus berjalan.

Dalam waktu dekat, kami akan menerbitkan liputan mendalam yang telah dikerjakan selama berbulan bulan. 

Satu pertanyaan menjadi pintu masuknya: Setelah sebuah kemasan kehilangan nilainya dan menjadi sampah, siapa yang membayar ongkos mengumpulkan, mengangkut, dan mengolahnya?

#sampah

...

0 0
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan kritik tajam bahwa masyarakat lokal seolah "hanya menumpang" di tanah mereka sendiri karena sebagian besar hutan dan sumber daya di Papua dikuasai oleh orang Jakarta, jenderal, serta para konglomerat.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam sebuah forum resmi Papeda Summit 2026.

Pernyataan Elisa tersebut menyiratkan soal ketimpangan penguasaan bahwa masyarakat asli Papua tidak memiliki akses atau kepemilikan yang memadai atas hutan mereka sendiri. Pernyataan itu juga menyampaikan soal kekhawatiran terhadap wilayah tambang. Elisa memperingatkan bahwa tanpa perlindungan hukum yang jelas, masyarakat Papua akan tidak berdaya ketika ada pembukaan lahan atau tambang, karena hak atas tanah dan hutan sudah dikuasai pihak luar.

Elisa Kambu meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat urusan hukum dan pengakuan terhadap tanah masyarakat adat agar rakyat Papua memiliki legalitas dan dapat memproteksi wilayahnya.

#papua
#hutanpapua
#tanahadat

...

1449 31
Obrolan Redaksi Topik 10: "Menakar Manfaat Bendungan Lolak"

...

7 0
Sepuluh tulisan dalam serial liputan mendalam “Menakar Manfaat Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Utara” telah terbit di Teras.id. Kini saatnya kami mengajak Anda melihat cerita di balik proses peliputannya.

Mengapa Zonautara.com kembali ke Bendungan Lolak?

Di lapangan, kami menemukan cerita yang tidak selalu sama. Ada petani yang sudah menikmati air irigasi, tetapi ada pula yang masih menunggu jaringan pengairan menjangkau sawahnya. Ada warga yang terus memperjuangkan ganti rugi lahan, sementara sejumlah fasilitas pendukung bendungan belum dimanfaatkan secara optimal.

Kami juga menelusuri dokumen pemerintah, mewawancarai berbagai pihak, hingga menggunakan citra satelit untuk membantu membaca kondisi persawahan selama kemarau 2026.

Bagaimana semua temuan itu dihimpun, diuji, dan diolah menjadi karya jurnalistik? Apa tantangan reporter di lapangan? Dan pertanyaan apa yang masih tersisa setelah sepuluh laporan diterbitkan?

OBROLAN REDAKSI: MENAKAR MANFAAT BENDUNGAN LOLAK

Bersama jurnalis Zonautara.com Marsal Datundugon ( @marshal_datundugon ) dan Neno Karlina ( @nenokarlina ) , serta dipandu Jufri Kasumbala ( @jufrikasumbala ).

📅 Senin, 2 November 2026
⏰ 19.00 WITA
📍 INSTAGRAM LIVE @zonautaradotcom

Kami mengundang Anda untuk bergabung, bertanya, dan berdiskusi. Sebab pembangunan tidak cukup hanya dinilai dari infrastruktur yang telah berdiri, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Serial liputan ini merupakan kolaborasi Zonautara.com bersama Tempo dan Teras.id.

Dukung keberlanjutan jurnalisme mendalam melalui langganan Teras Plus: s.id/dukungzu

Sampai bertemu di Obrolan Redaksi!

#ObrolanRedaksi
#BendunganLolak
#PSNSulut
#TerasID

...

15 0
Zonautara.com menjadi juara dalam AMSI Award 2026 untuk kategori Inovasi Konten dan Karya Jurnalistik Terbaik Media Skala Kecil.

...

16 1
AKSI MEMANAS, GAS AIR MATA DITEMBAKKAN!

Situasi di Perempatan Deutsche Bank, Bundaran HI, kian mencekam! Gas air mata mulai ditembakkan. Massa aksi diminta tetap waspada, saling menjaga, dan tidak meninggalkan kawan dalam situasi genting!

Pkl 18.30.WIB, 28 Oktober 2926

#BundaranHI #IndonesiaSadar #AksiMahasiswa #StaySafe #SuaraRakyat

...

27 2
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com