Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Ratusan Rumah di Dusun Serdang Hangus akibat Karhutla
Kebakaran hebat yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan ratusan rumah warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (10/10/2026) sore.
Menurut data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekitar 500 rumah warga terdampak dengan jumlah korban mencapai sekitar 2.000 jiwa. Data tersebut masih bersifat dinamis dan belum final; beberapa update menyebutkan angka antara 305–600 unit rumah.
Api mulai terdeteksi sekitar pukul 15.10 WIB dari lahan di dekat permukiman. Tiupan angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat api cepat merambat ke rumah-rumah warga yang sebagian besar berbahan papan. Api berhasil dipadamkan, namun proses pendinginan masih berlangsung karena material bangunan yang mudah terbakar.
Tidak ada korban jiwa dilaporkan. Warga yang terdampak sementara mengungsi di tenda pengungsian, di antaranya di SDN 7 Simpang Rimba dan Masjid Al Muhajirin. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan.
#karhutla
Ratusan Rumah di Dusun Serdang Hangus akibat Karhutla
Kebakaran hebat yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan ratusan rumah warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (10/10/2026) sore.
Menurut data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekitar 500 rumah warga terdampak dengan jumlah korban mencapai sekitar 2.000 jiwa. Data tersebut masih bersifat dinamis dan belum final; beberapa update menyebutkan angka antara 305–600 unit rumah.
Api mulai terdeteksi sekitar pukul 15.10 WIB dari lahan di dekat permukiman. Tiupan angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat api cepat merambat ke rumah-rumah warga yang sebagian besar berbahan papan. Api berhasil dipadamkan, namun proses pendinginan masih berlangsung karena material bangunan yang mudah terbakar.
Tidak ada korban jiwa dilaporkan. Warga yang terdampak sementara mengungsi di tenda pengungsian, di antaranya di SDN 7 Simpang Rimba dan Masjid Al Muhajirin. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan.
#karhutla
...
Sudah berbulan-bulan mereka berjuang memadamkan apa yang membara di bawah tanah.
Asap terus keluar dari dalam tanah. Bara api masih membara di bawah permukaan gambut, menjadi tantangan besar dalam upaya pemadaman kebakaran lahan di Kalimantan.
Di tengah panas, asap, dan rasa lelah yang menyelimuti, para relawan terus berjuang menggunakan Noozle Tanam untuk menjangkau titik api di bawah permukaan tanah. Meski tenaga terkuras dan perjuangan terasa berat, mereka tetap berusaha agar api tidak terus menjalar dan membakar lebih luas.
Inilah perjuangan di balik kabut asap. Bukan sekadar memadamkan api yang terlihat, tetapi juga berusaha menaklukkan bara yang tersembunyi di dalam tanah.
Doakan seluruh relawan dan tim gabungan yang masih berjibaku di lapangan. Semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan semoga Allah segera menurunkan hujan rahmat-Nya untuk memadamkan api di tanah Kalimantan.
Lelah mereka adalah perjuangan. Asap ini adalah pengingat. Kalimantan membutuhkan kepedulian kita semua
Kolaborasi Sinergi Pray For Kalimantan WA Nita 085750409053
Bisa lihat lebih detil di @rumahzakatkalbar
#PrayForKalimantan #RumahZakat #karhutlakalimantan
Sudah berbulan-bulan mereka berjuang memadamkan apa yang membara di bawah tanah.
Asap terus keluar dari dalam tanah. Bara api masih membara di bawah permukaan gambut, menjadi tantangan besar dalam upaya pemadaman kebakaran lahan di Kalimantan.
Di tengah panas, asap, dan rasa lelah yang menyelimuti, para relawan terus berjuang menggunakan Noozle Tanam untuk menjangkau titik api di bawah permukaan tanah. Meski tenaga terkuras dan perjuangan terasa berat, mereka tetap berusaha agar api tidak terus menjalar dan membakar lebih luas.
Inilah perjuangan di balik kabut asap. Bukan sekadar memadamkan api yang terlihat, tetapi juga berusaha menaklukkan bara yang tersembunyi di dalam tanah.
Doakan seluruh relawan dan tim gabungan yang masih berjibaku di lapangan. Semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan semoga Allah segera menurunkan hujan rahmat-Nya untuk memadamkan api di tanah Kalimantan.
Lelah mereka adalah perjuangan. Asap ini adalah pengingat. Kalimantan membutuhkan kepedulian kita semua
Kolaborasi Sinergi Pray For Kalimantan WA Nita 085750409053
Bisa lihat lebih detil di @rumahzakatkalbar
#PrayForKalimantan #RumahZakat #karhutlakalimantan
...
🚨 BREAKING NEWS: Banjir bandang kembali menerjang Nepal, Minggu 11 Oktober 2026.
Banjir ini memunculkan kekhawatiran baru soal perubahan iklim dan ketahanan infrastruktur.
Dari banjir pada 26 Agustus lalu hingga peristiwa 11 Oktober ini, Nepal kembali diingatkan akan kerentanannya menghadapi cuaca ekstrem.
Apakah infrastruktur kita siap menghadapi risiko iklim yang kian meningkat?
#nepal
#banjirbandang
#perubahaniklim
🚨 BREAKING NEWS: Banjir bandang kembali menerjang Nepal, Minggu 11 Oktober 2026.
Banjir ini memunculkan kekhawatiran baru soal perubahan iklim dan ketahanan infrastruktur.
Dari banjir pada 26 Agustus lalu hingga peristiwa 11 Oktober ini, Nepal kembali diingatkan akan kerentanannya menghadapi cuaca ekstrem.
Apakah infrastruktur kita siap menghadapi risiko iklim yang kian meningkat?
#nepal
#banjirbandang
#perubahaniklim
...
Diskusi Publik Menyikapi Penataan Median Jalan Paloko–Kinalang berlangsung lancar, tertib dan seru.
Zonautara.com yang bekerjasama dengan Gusdurian Kotamobagu dan Tampa Baca mempertemukan pemerintah, warga, akademisi, pemerhati lingkungan, dan berbagai elemen masyarakat untuk membicarakan penataan median jalan serta penebangan pohon, dalam sebuah diskusi terbuka.
Forum ini tidak dirancang untuk mencari siapa yang salah. Semua peserta mendapat ruang untuk bertanya, menjawab, menyampaikan pendapat, dan menawarkan gagasan.
Yang dibicarakan antara lain keselamatan pengguna jalan, kenyamanan warga, fungsi pohon, ruang terbuka hijau, perencanaan pekerjaan, anggaran, serta keterbukaan informasi.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan ikut menjaga percakapan tetap terbuka.
Ke depan, Zonautara.com akan menggelar diskusi serupa untuk membahas berbagai persoalan penting di Kotamobagu.
Karena kota yang baik dibangun melalui percakapan yang baik.
#Zonautara
#Kotamobagu
#PalokoKinalang
#DiskusiPublik
#JurnalismePublik
Diskusi Publik Menyikapi Penataan Median Jalan Paloko–Kinalang berlangsung lancar, tertib dan seru.
Zonautara.com yang bekerjasama dengan Gusdurian Kotamobagu dan Tampa Baca mempertemukan pemerintah, warga, akademisi, pemerhati lingkungan, dan berbagai elemen masyarakat untuk membicarakan penataan median jalan serta penebangan pohon, dalam sebuah diskusi terbuka.
Forum ini tidak dirancang untuk mencari siapa yang salah. Semua peserta mendapat ruang untuk bertanya, menjawab, menyampaikan pendapat, dan menawarkan gagasan.
Yang dibicarakan antara lain keselamatan pengguna jalan, kenyamanan warga, fungsi pohon, ruang terbuka hijau, perencanaan pekerjaan, anggaran, serta keterbukaan informasi.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan ikut menjaga percakapan tetap terbuka.
Ke depan, Zonautara.com akan menggelar diskusi serupa untuk membahas berbagai persoalan penting di Kotamobagu.
Karena kota yang baik dibangun melalui percakapan yang baik.
#Zonautara
#Kotamobagu
#PalokoKinalang
#DiskusiPublik
#JurnalismePublik
...
TERJADI LAGI DI NEPAL!
BANJIR BANDANG MENERJANG KAWASAN MANASLU, RUMAH DAN JEMBATAN HANYUT*
Banjir bandang membawa lumpur, batu-batu besar, dan material longsoran menerjang kawasan pegunungan di Distrik Gorkha, Nepal, Minggu (11/10/2026). Sungai Budhi Gandaki meluap secara tiba-tiba, merusak permukiman dan infrastruktur di sepanjang alirannya.
Peristiwa ini terjadi di kawasan sekitar Manaslu, gunung setinggi 8.163 meter yang merupakan puncak tertinggi kedelapan di dunia.
BAGAIMANA BANJIR INI TERJADI?
Berdasarkan laporan awal otoritas Nepal, tanah longsor diduga membendung aliran sungai atau salah satu anak Sungai Budhi Gandaki di sekitar Lokpa–Chumling, wilayah Chumnubri, Gorkha.
Material longsoran membentuk bendungan alami yang menahan air. Ketika sumbatan tersebut terbuka atau jebol, air yang tertahan dapat mengalir deras ke hilir, membawa lumpur, batu, dan puing dalam jumlah besar.
Fenomena ini dikenal sebagai landslide-dam outburst flood, yakni banjir akibat jebolnya bendungan alami yang terbentuk oleh longsor. Namun, penyebab pasti kejadian di Gorkha masih dalam penyelidikan.
Warga setempat dilaporkan mulai mendengar suara gemuruh dari arah sungai sekitar pukul 04.00 waktu Nepal, sebelum aliran air meningkat tajam.
SEBERAPA BESAR DAMPAKNYA?
Menurut laporan media Nepal Onlinekhabar, lebih dari 35 rumah dilaporkan hanyut di sejumlah lokasi, termasuk Salleri, Bagar, dan Ghattikhola.
Banjir juga menghanyutkan jembatan gantung dan jembatan kendaraan, serta merusak fasilitas proyek pembangkit listrik tenaga air di sekitar aliran Budhi Gandaki.
Warga yang tinggal di bantaran sungai bergegas menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih tinggi. Aparat Nepal mengerahkan petugas dan tim penyelamat, sementara peringatan bahaya juga disampaikan kepada permukiman di hilir.
Hingga saat ini pada Minggu siang, belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, pendataan kerusakan dan pemantauan kondisi sungai masih berlangsung.
Sumber informasi: Reuters, Associated Press, The Kathmandu Post, dan Onlinekhabar Nepal (11 Oktober 2026).
Video: mountain.trekking
#Nepal
#BanjirBandang
#Manaslu
TERJADI LAGI DI NEPAL!
BANJIR BANDANG MENERJANG KAWASAN MANASLU, RUMAH DAN JEMBATAN HANYUT*
Banjir bandang membawa lumpur, batu-batu besar, dan material longsoran menerjang kawasan pegunungan di Distrik Gorkha, Nepal, Minggu (11/10/2026). Sungai Budhi Gandaki meluap secara tiba-tiba, merusak permukiman dan infrastruktur di sepanjang alirannya.
Peristiwa ini terjadi di kawasan sekitar Manaslu, gunung setinggi 8.163 meter yang merupakan puncak tertinggi kedelapan di dunia.
BAGAIMANA BANJIR INI TERJADI?
Berdasarkan laporan awal otoritas Nepal, tanah longsor diduga membendung aliran sungai atau salah satu anak Sungai Budhi Gandaki di sekitar Lokpa–Chumling, wilayah Chumnubri, Gorkha.
Material longsoran membentuk bendungan alami yang menahan air. Ketika sumbatan tersebut terbuka atau jebol, air yang tertahan dapat mengalir deras ke hilir, membawa lumpur, batu, dan puing dalam jumlah besar.
Fenomena ini dikenal sebagai landslide-dam outburst flood, yakni banjir akibat jebolnya bendungan alami yang terbentuk oleh longsor. Namun, penyebab pasti kejadian di Gorkha masih dalam penyelidikan.
Warga setempat dilaporkan mulai mendengar suara gemuruh dari arah sungai sekitar pukul 04.00 waktu Nepal, sebelum aliran air meningkat tajam.
SEBERAPA BESAR DAMPAKNYA?
Menurut laporan media Nepal Onlinekhabar, lebih dari 35 rumah dilaporkan hanyut di sejumlah lokasi, termasuk Salleri, Bagar, dan Ghattikhola.
Banjir juga menghanyutkan jembatan gantung dan jembatan kendaraan, serta merusak fasilitas proyek pembangkit listrik tenaga air di sekitar aliran Budhi Gandaki.
Warga yang tinggal di bantaran sungai bergegas menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih tinggi. Aparat Nepal mengerahkan petugas dan tim penyelamat, sementara peringatan bahaya juga disampaikan kepada permukiman di hilir.
Hingga saat ini pada Minggu siang, belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, pendataan kerusakan dan pemantauan kondisi sungai masih berlangsung.
Sumber informasi: Reuters, Associated Press, The Kathmandu Post, dan Onlinekhabar Nepal (11 Oktober 2026).
Video: mountain.trekking
#Nepal
#BanjirBandang
#Manaslu
...
Sapi Makin Kurus Karena Kekeringan
Akun Facebook Fatma Gumalangi mengupload video yang memperlihatkan kondisi sapi-sapi di Solog, Lolak, Bolaang Mongondow dalam kondisi kekurusan karena rumput yang biasanya menjadi pakan mereka sudah kering.
Bolaang Mongondow juga terdampak El Nino yang parah di tahun ini. Sudah beberapa bulan tidak pernah turun hujan. Banyak sawah yang mengalami puso, tanaman perkebunan mati karena air menghilang. Begitu juga dengan peternak yang kesulitan mencari pakan dan air minum untuk hewan ternak.
#kekeringan
#kemarau
#elnino
Sapi Makin Kurus Karena Kekeringan
Akun Facebook Fatma Gumalangi mengupload video yang memperlihatkan kondisi sapi-sapi di Solog, Lolak, Bolaang Mongondow dalam kondisi kekurusan karena rumput yang biasanya menjadi pakan mereka sudah kering.
Bolaang Mongondow juga terdampak El Nino yang parah di tahun ini. Sudah beberapa bulan tidak pernah turun hujan. Banyak sawah yang mengalami puso, tanaman perkebunan mati karena air menghilang. Begitu juga dengan peternak yang kesulitan mencari pakan dan air minum untuk hewan ternak.
#kekeringan
#kemarau
#elnino
...
PULUHAN IKAN GASTOR DISELAMATKAN DARI RAWA YANG MENGERING DI PAPUA. TAHUKAH ANDA IKAN APA INI?
Dalam video yang diunggah akun Facebook Angger Papua, terlihat sejumlah warga Papua berupaya menyelamatkan puluhan ekor ikan gastor yang terjebak di perairan yang mengering di sekitar Kali Maro. Ikan-ikan tersebut dikumpulkan, dimasukkan ke dalam karung, lalu dibawa menuju sungai yang masih berair. Di sana, warga melepaskannya kembali agar ikan-ikan itu dapat bertahan hidup.
Lantas, apa itu Kali Maro dan ikan gastor?
Kali Maro, atau Sungai Maro, merupakan salah satu sungai penting di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Alirannya terhubung dengan wilayah perbatasan Papua Nugini dan bermuara ke Laut Arafura. Sungai ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, jalur transportasi, tempat mencari ikan, sekaligus habitat berbagai jenis satwa air, termasuk arwana Papua.
Sementara itu, ikan gastor adalah sebutan masyarakat setempat untuk ikan gabus yang dikenal sebagai gabus Toraja. Ikan ini umumnya diidentifikasi sebagai Channa striata, jenis ikan air tawar yang mampu mengambil oksigen langsung dari udara sehingga lebih tahan terhadap kondisi perairan minim oksigen dibandingkan banyak jenis ikan lainnya.
Namun, ada fakta ekologis yang menarik.
Dari beberapa literatur, gastor ternyata bukan ikan asli Papua. Ikan ini merupakan spesies introduksi yang telah berkembang di berbagai perairan Papua, termasuk Merauke.
Sebagai ikan predator, gastor memangsa ikan-ikan kecil dan organisme air lainnya. Penelitian di lahan basah Kaliki, Merauke, yang diterbitkan dalam Jurnal Iktiologi Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan ikan introduksi, termasuk gastor, berpotensi mengancam keanekaragaman ikan asli.
Karena itu, penyelamatan ikan gastor seperti dalam video memiliki dua sisi yang menarik untuk dipahami: kepedulian warga terhadap makhluk hidup yang terancam akibat mengeringnya perairan, sekaligus persoalan ekologis mengenai keberadaan ikan nonasli dalam ekosistem Papua.
Video ini mengingatkan kita bahwa kehidupan di sungai dan rawa Papua menyimpan hubungan yang kompleks antara manusia, air, dan keanekaragaman hayati.
Video: Facebook/Angger Papua
#KaliMaro
#Papua
#IkanGastor
PULUHAN IKAN GASTOR DISELAMATKAN DARI RAWA YANG MENGERING DI PAPUA. TAHUKAH ANDA IKAN APA INI?
Dalam video yang diunggah akun Facebook Angger Papua, terlihat sejumlah warga Papua berupaya menyelamatkan puluhan ekor ikan gastor yang terjebak di perairan yang mengering di sekitar Kali Maro. Ikan-ikan tersebut dikumpulkan, dimasukkan ke dalam karung, lalu dibawa menuju sungai yang masih berair. Di sana, warga melepaskannya kembali agar ikan-ikan itu dapat bertahan hidup.
Lantas, apa itu Kali Maro dan ikan gastor?
Kali Maro, atau Sungai Maro, merupakan salah satu sungai penting di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Alirannya terhubung dengan wilayah perbatasan Papua Nugini dan bermuara ke Laut Arafura. Sungai ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, jalur transportasi, tempat mencari ikan, sekaligus habitat berbagai jenis satwa air, termasuk arwana Papua.
Sementara itu, ikan gastor adalah sebutan masyarakat setempat untuk ikan gabus yang dikenal sebagai gabus Toraja. Ikan ini umumnya diidentifikasi sebagai Channa striata, jenis ikan air tawar yang mampu mengambil oksigen langsung dari udara sehingga lebih tahan terhadap kondisi perairan minim oksigen dibandingkan banyak jenis ikan lainnya.
Namun, ada fakta ekologis yang menarik.
Dari beberapa literatur, gastor ternyata bukan ikan asli Papua. Ikan ini merupakan spesies introduksi yang telah berkembang di berbagai perairan Papua, termasuk Merauke.
Sebagai ikan predator, gastor memangsa ikan-ikan kecil dan organisme air lainnya. Penelitian di lahan basah Kaliki, Merauke, yang diterbitkan dalam Jurnal Iktiologi Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan ikan introduksi, termasuk gastor, berpotensi mengancam keanekaragaman ikan asli.
Karena itu, penyelamatan ikan gastor seperti dalam video memiliki dua sisi yang menarik untuk dipahami: kepedulian warga terhadap makhluk hidup yang terancam akibat mengeringnya perairan, sekaligus persoalan ekologis mengenai keberadaan ikan nonasli dalam ekosistem Papua.
Video ini mengingatkan kita bahwa kehidupan di sungai dan rawa Papua menyimpan hubungan yang kompleks antara manusia, air, dan keanekaragaman hayati.
Video: Facebook/Angger Papua
#KaliMaro
#Papua
#IkanGastor
...
Sebelum sebuah pohon di kota ditebang, pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah: apa masalahnya, dan apa buktinya?
Pemeriksaan perlu melihat kondisi batang, akar, cabang, serta kestabilan pohon. Letaknya juga penting: apakah menghalangi pandangan pengendara, menutup penerangan, atau berkonflik dengan jalan dan saluran air? Pemeriksaan teknis oleh tenaga yang kompeten membantu menentukan tindakan yang sesuai.
Dalam kajiannya, Robbyn Steven Mamengko, mahasiswa S3 Ilmu Pertanian UNG, mengusulkan prinsip: satu pohon, satu pemeriksaan, satu keputusan. Kondisi dan risiko setiap pohon perlu dinilai sebelum menentukan penanganannya.
Jika masalahnya ada pada cabang atau tajuk, pemangkasan dapat dipertimbangkan. Jika berkaitan dengan posisi lampu, trotoar, atau drainase, perubahan desain perlu diuji. Pemindahan pohon pun perlu dinilai kelayakan, biaya, dan peluang keberhasilannya.
Manfaat yang berpotensi hilang juga harus diperhitungkan: keteduhan, penyimpanan karbon, peran dalam menahan air hujan, dan habitat. Menanam bibit pengganti membutuhkan waktu serta pemeliharaan untuk menghasilkan fungsi yang sebanding.
Penebangan selektif dapat diperlukan ketika risiko tinggi tidak dapat ditangani melalui pilihan lain yang layak. Alasannya perlu didokumentasikan, disertai rencana penggantian dan pemantauan. Publik juga perlu mendapat penjelasan tentang dasar keputusan tersebut.
Infografik ini diolah dari kajian Robbyn Steven Mamengko yang diterima Zonautara.com pada 9 Oktober 2026.
#PohonKota
#RuangHijau
#Lingkungan
Sebelum sebuah pohon di kota ditebang, pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah: apa masalahnya, dan apa buktinya?
Pemeriksaan perlu melihat kondisi batang, akar, cabang, serta kestabilan pohon. Letaknya juga penting: apakah menghalangi pandangan pengendara, menutup penerangan, atau berkonflik dengan jalan dan saluran air? Pemeriksaan teknis oleh tenaga yang kompeten membantu menentukan tindakan yang sesuai.
Dalam kajiannya, Robbyn Steven Mamengko, mahasiswa S3 Ilmu Pertanian UNG, mengusulkan prinsip: satu pohon, satu pemeriksaan, satu keputusan. Kondisi dan risiko setiap pohon perlu dinilai sebelum menentukan penanganannya.
Jika masalahnya ada pada cabang atau tajuk, pemangkasan dapat dipertimbangkan. Jika berkaitan dengan posisi lampu, trotoar, atau drainase, perubahan desain perlu diuji. Pemindahan pohon pun perlu dinilai kelayakan, biaya, dan peluang keberhasilannya.
Manfaat yang berpotensi hilang juga harus diperhitungkan: keteduhan, penyimpanan karbon, peran dalam menahan air hujan, dan habitat. Menanam bibit pengganti membutuhkan waktu serta pemeliharaan untuk menghasilkan fungsi yang sebanding.
Penebangan selektif dapat diperlukan ketika risiko tinggi tidak dapat ditangani melalui pilihan lain yang layak. Alasannya perlu didokumentasikan, disertai rencana penggantian dan pemantauan. Publik juga perlu mendapat penjelasan tentang dasar keputusan tersebut.
Infografik ini diolah dari kajian Robbyn Steven Mamengko yang diterima Zonautara.com pada 9 Oktober 2026.
#PohonKota
#RuangHijau
#Lingkungan
...
🌳 APAKAH POHON MEDIAN JALAN PALOKO KINALANG PERLU DITEBANG?
Besok Jumat malam (9 Oktober 2026), kita duduk bersama dan membicarakannya.
Zonautara.com bersama Gusdurian Kotamobagu dan Tampa Baca menggelar Diskusi Publik tentang penebangan pohon di median Jalan Paloko–Kinalang, Kotamobagu.
Ini bukan seminar. Tidak ada pembicara atau narasumber yang ditempatkan sebagai pusat forum. Semua yang hadir punya ruang yang sama untuk menyampaikan pendapat, pandangan, pertanyaan, bahkan ketidaksetujuan.
Moderator hanya akan menjaga agar percakapan berjalan tertib dan semua suara mendapat kesempatan.
Diskusi terbuka bagi LSM, akademisi dan pakar, pemerhati dan aktivis lingkungan, serta masyarakat umum.
Dan supaya malam Jumat tidak terlalu tegang, di sela-sela diskusi kita akan punya SPECIAL BREAK bersama komika Iyai Arbie. 🎤😂
Yuk gabung:
📅 Jumat, 9 Oktober 2026
⏰ Pukul 19.00 WITA
📍 Cafe Bukaka, Kotobangon, Kotamobagu
Untuk 30 pendaftar pertama melalui WhatsApp akan ditraktir kopi + snack oleh Redaksi Zonautara.com.
Info kehadiran: Neno — 0852-4272-9272
Datang dengan pendapat Anda sendiri. Tidak perlu sepakat. Yang penting, kita punya ruang untuk saling mendengar.
Sampai jumpa besok malam!
#DiskusiPublik
#Kotamobagu
#PalokoKinalang
🌳 APAKAH POHON MEDIAN JALAN PALOKO KINALANG PERLU DITEBANG?
Besok Jumat malam (9 Oktober 2026), kita duduk bersama dan membicarakannya.
Zonautara.com bersama Gusdurian Kotamobagu dan Tampa Baca menggelar Diskusi Publik tentang penebangan pohon di median Jalan Paloko–Kinalang, Kotamobagu.
Ini bukan seminar. Tidak ada pembicara atau narasumber yang ditempatkan sebagai pusat forum. Semua yang hadir punya ruang yang sama untuk menyampaikan pendapat, pandangan, pertanyaan, bahkan ketidaksetujuan.
Moderator hanya akan menjaga agar percakapan berjalan tertib dan semua suara mendapat kesempatan.
Diskusi terbuka bagi LSM, akademisi dan pakar, pemerhati dan aktivis lingkungan, serta masyarakat umum.
Dan supaya malam Jumat tidak terlalu tegang, di sela-sela diskusi kita akan punya SPECIAL BREAK bersama komika Iyai Arbie. 🎤😂
Yuk gabung:
📅 Jumat, 9 Oktober 2026
⏰ Pukul 19.00 WITA
📍 Cafe Bukaka, Kotobangon, Kotamobagu
Untuk 30 pendaftar pertama melalui WhatsApp akan ditraktir kopi + snack oleh Redaksi Zonautara.com.
Info kehadiran: Neno — 0852-4272-9272
Datang dengan pendapat Anda sendiri. Tidak perlu sepakat. Yang penting, kita punya ruang untuk saling mendengar.
Sampai jumpa besok malam!
#DiskusiPublik
#Kotamobagu
#PalokoKinalang
...
Gunung Api Karangetang di Pulau Siau erupsi.
Aktivitas Gunung Karangetang sesuai laporan Pos Pengamatan Gunung Api, Senin (5/10/2026 menunjukkan 54 gempa hembusan, 33 tremor non-harmonik, 21 tremor harmonik, 2 gempa guguran, serta gempa vulkanik, hybrid, tektonik lokal dan tektonik jauh. Secara visual, asap kawah putih tebal teramati setinggi 5–10 meter, sementara guguran lava dari Kawah Utara teramati mengarah ke selatan sejauh sekitar 700 meter, serta ke sektor barat daya, barat dan barat laut dengan jarak hingga 1 kilometer.
Gunung Karangetang masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati, mendaki atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Karangetang juga diminta mewaspadai potensi guguran lava, awan panas guguran, lahar hujan dan banjir bandang.
Karangetang adalah salah satu gunung api paling aktif di Sulawesi Utara.
#GunungKarangetang #Karangetang #Sitaro #GunungApi #PVMBG Waspada
Gunung Api Karangetang di Pulau Siau erupsi.
Aktivitas Gunung Karangetang sesuai laporan Pos Pengamatan Gunung Api, Senin (5/10/2026 menunjukkan 54 gempa hembusan, 33 tremor non-harmonik, 21 tremor harmonik, 2 gempa guguran, serta gempa vulkanik, hybrid, tektonik lokal dan tektonik jauh. Secara visual, asap kawah putih tebal teramati setinggi 5–10 meter, sementara guguran lava dari Kawah Utara teramati mengarah ke selatan sejauh sekitar 700 meter, serta ke sektor barat daya, barat dan barat laut dengan jarak hingga 1 kilometer.
Gunung Karangetang masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati, mendaki atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Karangetang juga diminta mewaspadai potensi guguran lava, awan panas guguran, lahar hujan dan banjir bandang.
Karangetang adalah salah satu gunung api paling aktif di Sulawesi Utara.
#GunungKarangetang #Karangetang #Sitaro #GunungApi #PVMBG Waspada
...
