TERKINI
IFRC 2026 Akan Diselenggarakan, Timika Siap Tampung Tim Rescue Nasional•Prabowo Subianto Targetkan Penyaluran Rp400 Triliun Kredit untuk 28 Juta Keluarga•AI Temukan Cacat Keamanan Siber Besar-Besaran•Gempa M5.2 Guncang Kota Bengkulu, Bengkulu•Sumur Bor dan Renovasi Rumah Warga Tanaki Dikebut, Progres Capai 19 dan 22 Persen•40 Warga Tanaki Dibekali Pemahaman Bahaya Radikalisme dan Separatisme•Harga emas hari ini, 22 Oktober 2026•Bupati Muara Enim Nonaktif Edison Didakwa Melakukan Suap Rp500 Juta•Kebakaran Hutan Gunung Ciremai: Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Api•Pabrik di Sukoharjo Produksi Jutaan Tramadol dengan Izin Wajah Lain•Perayaan Hari Santri 2026 Berlangsung Meriah di Berbagai Daerah•Pencari Kerja Hadiri Job Fair Berulang Kali Tanpa Hasil•Houthi Lakukan Serangan di Bandara Internasional Riyan Yaman•Diplomasi AS Belum Menjanjikan Perdamaian Ukraina•BMKG Prediksi Hujan, Arahan Prabowo: Rangkuman Berita Nasional 22 Oktober 2026•Warga Tanaki Dibekali Pengetahuan Cegah Hipertensi Lewat Program TMMD ke-130•Harga emas hari ini, 22 Oktober 2026•Karangetang Catat 1.130 Gempa Hembusan, Lava Masih Meluncur hingga 1,1 Kilometer•Hasil Liga Champion: Como Tundukkan Manchester United 4-1•Proyek Gas North Hub di Kalimantan Timur Senilai US$11,8 Miliar Mulai Produksi 2028•Markas Penyelundupan 73 Ribu Benih Lobster di Depok Digaris Polisi•Komisi II DPR Bahas Gugatan Syarat Ijazah SMA Capres-Cawapres•Toko di Paris Melindungi Kaca dengan Tripleks Akibat Demo•Pemerintah Inggris Setujui Produksi Gas dari Ladang Jackdaw di Laut Utara•Polri Tetapkan Korporasi Tersangka, Pembangunan Papua Disorot: Rangkuman Berita Nasional 21 Oktober 2026•Wakil Bupati Indramayu Ditahan atas Kasus Korupsi Tunjangan DPRD•11 Korporasi Tersangka Karhutla, 3 PMA Terlibat•KPK Selidiki Dugaan Suap Summarecon ke Hercules untuk Pengamanan Lahan•Menkum Bahas Aturan Terorisme Ekologi dalam Undang-Undang•Pemerintah Evaluasi Kawasan Ekonomi Khusus Lambat Berkembang•
PANTAU IKLIM

Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.

DATA SULUT

Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.

KEAMANAN DIGITAL

Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.

INFO KAPAL

Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.

Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.

Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.

Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.

Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.

Follow Instagram Kami
Api Melalap Rumah, Warga Hanya Bisa Terdiam

Kebakaran lahan merembet ke permukiman warga di Kompleks Persada Permai Baru 2, Handil Bakti, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Seorang pria terdiam menyaksikan rumah dilalap api. Angin kencang mempercepat penyebaran kobaran, sementara minimnya sumber air menyulitkan petugas dan relawan melakukan pemadaman.

Ketika karhutla merambah permukiman, bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi juga tempat warga menggantungkan hidup.

#Karhutla #KalimantanSelatan #BaritoKuala #Kebakaran

...

113 1
MENAMPUNG 16 JUTA METER KUBIK AIR, TAPI TIDAK SEMUA SAWAH DAPAT AIR. BAGAIMANA BISA?

Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, memiliki kapasitas tampung sekitar 16,23 juta meter kubik air. Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai sekitar Rp2,02 triliun ini diresmikan pada Februari 2024.

Namun, besarnya kapasitas bendungan belum berarti seluruh manfaat irigasi yang direncanakan telah sampai kepada petani.

Dari target layanan 2.214 hektare, baru 908 hektare daerah irigasi eksisting yang telah memperoleh pasokan air. Sementara jaringan pengembangan untuk 1.306 hektare lainnya belum dibangun.

Di tengah kemarau panjang 2026, perbedaan itu semakin terasa. Sebagian petani masih bisa mengolah sawah karena mendapat air irigasi. Di desa lainnya, petani kesulitan air, lahan mengering, dan kegiatan pertanian terganggu.

Mengapa bendungan sebesar ini belum dapat melayani seluruh sawah yang direncanakan? Apa yang menghambat pembangunan jaringan irigasi? Siapa yang bertanggung jawab menyelesaikannya?

Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Zonautara.com menghadirkan 10 laporan jurnalistik tentang PSN di Sulawesi Utara.

Kami menelusuri manfaat yang telah dirasakan masyarakat, pekerjaan yang belum selesai, serta persoalan di balik pembangunan infrastruktur bernilai triliunan rupiah.

MULAI TAYANG SENIN, 19 OKTOBER 2026 di TERAS.id

Dukung jurnalisme independen Zonautara.com dan ikuti seluruh rangkaian liputan ini.

Cukup Rp17.500 untuk berlangganan dan mengakses 10 laporan.

🔗 s.id/dukungzu 
🎟️ Kode voucher: "TerasZU"

Karena keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau kapasitas infrastruktur. Yang lebih penting, seberapa jauh manfaatnya sampai kepada masyarakat.

#2TahunPrabowoGibran
#TerasID
#PSN
#BendunganLolak

...

20 0
RP2 TRILIUN, TAPI BELUM SELURUH SAWAH DAPAT AIR.

Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, telah diresmikan sejak Februari 2024. Pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp2,02 triliun.

Namun, ada pekerjaan yang belum selesai.

Dari target layanan irigasi 2.214 hektare, baru 908 hektare yang telah memperoleh air. Itupun pada irigasi existing yang sudah ada puluhan tahun lalu. Jaringan pengembangan untuk 1.306 hektare lainnya belum dibangun.

Di tengah kemarau panjang 2026, sebagian petani masih bisa mengolah sawah berkat irigasi. Sementara petani di wilayah lain menghadapi kesulitan air.

Mengapa jaringan irigasi itu belum terbangun? Apa yang menghambatnya? Siapa yang bertanggung jawab memastikan manfaat bendungan sampai kepada petani?

Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Zonautara.com berkolaborasi dengan TEMPO dan Teras.id menghadirkan 10 laporan tentang Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulawesi Utara.

Kami menelusuri apa yang sudah dibangun, manfaat yang benar-benar dirasakan warga, serta persoalan yang masih menyertai proyek-proyek bernilai besar tersebut.

Mulai tayang 19 Oktober 2026.

Dukung jurnalisme independen yang diusung Zonautara.com dan baca seluruh rangkaian liputan ini dengan berlangganan melalui: s.id/dukungzu

Biaya berlangganan hanya Rp17.500 untuk akses 10 laporan mendalam. Gunakan voucher "TerasZU"

Karena keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran dan megahnya infrastruktur. Yang juga penting adalah manfaatnya bagi masyarakat.

#2TahunPrabowoGibran
#TerasID
#PSN
#BendunganLolak

...

36 0
*[Koreksi Hari dan Tanggal di poster, seharusnya JUMAT 16 OKTOBER 2026]*

DI MANA POSISI KAPAL TANKER PEMBAWA 5 JUTA LITER PERTALITE UNTUK SULUT?

Di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Manado dan sekitarnya, Pertamina mengumumkan tambahan pasokan 5 juta liter Pertalite yang sedang diangkut menuju Integrated Terminal Bitung. Pasokan tersebut dibawa kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa. Namun, sudah sampai di mana kapal itu?

Tim Data Zonautara.com mencoba menelusurinya.

Berbekal nama kapal yang disebutkan Pertamina, Tim Data melakukan pelacakan melalui VesselFinder, platform pemantauan pergerakan kapal yang memanfaatkan data Automatic Identification System (AIS).

Melalui platform tersebut, Tim Data dapat mengidentifikasi kapal MT Maritim Khatulistiwa, melihat posisi terakhir yang dilaporkan, menelusuri jejak pelayarannya, serta memeriksa informasi tujuan dan perkiraan waktu kedatangan.

Hasil pemantauan pada Jumat (16/10/2026) pukul 19.45 WITA menunjukkan kapal MT Maritim Khatulistiwa sudah berada di perairan dekat Bitung, Sulawesi Utara.

Pada data VesselFinder yang terekam dalam pemantauan, kapal tercatat menuju Bitung dengan kecepatan sekitar 4,7 knot.

Meski demikian, posisi kapal yang terpantau di dekat Bitung tidak otomatis berarti 5 juta liter Pertalite sudah langsung tersedia di SPBU. Masih ada tahapan kedatangan, penerimaan dan pembongkaran muatan di terminal, hingga distribusi BBM ke SPBU.

Mengapa Zonautara.com melakukan pelacakan ini?

Karena di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan BBM, informasi mengenai perjalanan pasokan perlu disampaikan secara terbuka dan dapat ditelusuri. Tim Data Zonautara.com berupaya membantu publik melihat perkembangan berdasarkan data yang tersedia.

Perlu dicatat, data posisi AIS dapat mengalami keterlambatan dan tidak selalu menunjukkan posisi kapal secara real-time.

Keterangan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dapat dibaca di sini: https://zonautara.com/2026/10/16/pertamina-patra-niaga-regional-sulawesi-percepat-penguatan-pasokan-pertalite-untuk-manado-dan-sekitarnya/

#bbm 
#pasokanbbm
#pertamina

...

667 14
Jalur Dhaka–Sylhet Highway di Rantapur, Bangladesh secara umum dikenal sebagai salah satu rute paling rawan kecelakaan. 

Titik-titik seperti Ratanpur sering kali mengalami kepadatan tinggi, terutama karena bercampurnya kendaraan cepat antar-kota dengan transportasi lokal yang lambat di area pasar atau terminal bus.

#banadesh

...

18 0
Dua potret antrean dalam satu hari yang sama.

Di Royal Glasshouse Park Hyatt Jakarta, ratusan orang mengantre sejak dini hari untuk mengambil pre-order iPhone 18 Pro dalam acara iBox Pick & Win. Situasi sempat ricuh hingga sistem antrean diubah menjadi undian.

Sementara di sejumlah SPBU, khususnya di Bali dan beberapa daerah lain termasuk di Manado, antrean kendaraan mengular akibat gangguan distribusi BBM. Warga rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan Pertalite.

Satu fenomena mencerminkan antusiasme terhadap produk premium. Satu lagi menggambarkan kebutuhan dasar yang sedang terganggu.

Dua antrean. Satu Indonesia.

#iPhone18Pro
#AntreanBBM
#IroniSosial

...

500 0
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com