Siaga El Niño: Kemarau Panjang
Laporan mengenai dampak fenomena El Niño terhadap krisis kekeringan ekstrem, ancaman kebakaran hutan, serta situasi dan kondisi terkait.
Baca liputan khusus Zonautara.com yang tayang di platform kolaboratif Teras.id, dengan dukungan Tempo, Tempo Institute dan IFPIM
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Platform laporan warga, kerugian ekonomi petani & nelayan, dan data ilmiah terbuka tentang dampak iklim di Sulut.
Akses ribuan data tentang Sulawesi Utara yang terstruktur dan interaktif melalui platform yang dikembangkan Zonautara.com berbasis peta.
Pelajari keamanan siber dari nol hingga mahir. Ratusan artikel, modul interaktif, dan direktori tools terlengkap.
Temukan jadwal dan rute kapal Pelni dalam peta interaktif sesuai pelabuhan tujuan semua pelabuhan di Indonesia. Diupdate setiap bulan.
Kami Memilih Pembaca, Bukan Iklan yang Mengganggu.
Zonautara.com kini tidak lagi menayangkan iklan programatik di seluruh konten website kami. Ini bukan berarti jurnalisme tidak membutuhkan pendapatan. Justru kami percaya keberlanjutan media harus dibangun tanpa mengorbankan pengalaman membaca.
Iklan otomatis yang sulit dikendalikan dapat muncul di tengah artikel, tidak sesuai konteks, bahkan memecah perhatian. Terutama saat Anda membaca liputan mendalam, investigasi, dan jurnalisme data yang membutuhkan fokus.
Sebagai media lokal dengan trafik yang belum mencapai jutaan, pemasukan dari iklan programatik pun tidak signifikan dibandingkan gangguan yang ditimbulkannya.
Lantas, dari mana Zonautara memperoleh pendapatan?
Dari kerja sama yang sejalan dengan nilai redaksi, hibah liputan, fellowship, berbagai program, inovasi konten dan karya jurnalistik, serta dukungan pembaca. Satu hal yang tidak berubah: Tidak ada pihak yang boleh mengintervensi keputusan editorial kami.
Kami mengajak Anda ikut menjaga jurnalisme yang independen, berkualitas, dan nyaman dibaca.
📖 Berlangganan melalui Teras.id: https://s.id/dukungzu
❤️ Berdonasi untuk Zonautara: https://s.id/donasizonautara
Membaca, membagikan liputan kami, dan mengajak orang lain berdiskusi juga merupakan dukungan yang berarti.
Karena perhatian pembaca semestinya tertuju pada isi berita, bukan pada iklan yang menghalanginya.
Terima kasih telah bersama Zonautara.com.
Tak Sekadar Menyajikan Berita.
#Zonautaradotcom
#JurnalismeIndependen
#MediaLokal
#JurnalismeData
Kami Memilih Pembaca, Bukan Iklan yang Mengganggu.
Zonautara.com kini tidak lagi menayangkan iklan programatik di seluruh konten website kami. Ini bukan berarti jurnalisme tidak membutuhkan pendapatan. Justru kami percaya keberlanjutan media harus dibangun tanpa mengorbankan pengalaman membaca.
Iklan otomatis yang sulit dikendalikan dapat muncul di tengah artikel, tidak sesuai konteks, bahkan memecah perhatian. Terutama saat Anda membaca liputan mendalam, investigasi, dan jurnalisme data yang membutuhkan fokus.
Sebagai media lokal dengan trafik yang belum mencapai jutaan, pemasukan dari iklan programatik pun tidak signifikan dibandingkan gangguan yang ditimbulkannya.
Lantas, dari mana Zonautara memperoleh pendapatan?
Dari kerja sama yang sejalan dengan nilai redaksi, hibah liputan, fellowship, berbagai program, inovasi konten dan karya jurnalistik, serta dukungan pembaca. Satu hal yang tidak berubah: Tidak ada pihak yang boleh mengintervensi keputusan editorial kami.
Kami mengajak Anda ikut menjaga jurnalisme yang independen, berkualitas, dan nyaman dibaca.
📖 Berlangganan melalui Teras.id: https://s.id/dukungzu
❤️ Berdonasi untuk Zonautara: https://s.id/donasizonautara
Membaca, membagikan liputan kami, dan mengajak orang lain berdiskusi juga merupakan dukungan yang berarti.
Karena perhatian pembaca semestinya tertuju pada isi berita, bukan pada iklan yang menghalanginya.
Terima kasih telah bersama Zonautara.com.
Tak Sekadar Menyajikan Berita.
#Zonautaradotcom
#JurnalismeIndependen
#MediaLokal
#JurnalismeData
...
Desas desus kabar pemeriksaan jenderal bintang empat di Mabes Polri tengah menjadi sorotan hangat sejak Selasa (3/11/2026) siang.
Beredar pesan berantai yang menyebutkan adanya pemeriksaan senyap terhadap sejumlah perwira tinggi kepolisian oleh Divpropam Polri di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Rumor ini kian liar karena menyeret sosok jenderal penuh bintang empat berinisial yang saat ini menduduki posisi strategis di pemerintahan sipil serta beberapa jenderal bintang tiga dan dua lainnya. Isu yang berkembang di publik pun mengaitkan pemeriksaan sensitif ini dengan dua spekulasi: dugaan pengerahan massa di Yogyakarta hingga isu dugaan penyadapan Istana.
Merespons kegaduhan informasi ini, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir memberikan pernyataan singkat di Mabes Polri, Jakarta. Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kebenaran kabar tersebut.
"Nanti kami cek," ujarnya kepada awak media.
#Polri
Desas desus kabar pemeriksaan jenderal bintang empat di Mabes Polri tengah menjadi sorotan hangat sejak Selasa (3/11/2026) siang.
Beredar pesan berantai yang menyebutkan adanya pemeriksaan senyap terhadap sejumlah perwira tinggi kepolisian oleh Divpropam Polri di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Rumor ini kian liar karena menyeret sosok jenderal penuh bintang empat berinisial yang saat ini menduduki posisi strategis di pemerintahan sipil serta beberapa jenderal bintang tiga dan dua lainnya. Isu yang berkembang di publik pun mengaitkan pemeriksaan sensitif ini dengan dua spekulasi: dugaan pengerahan massa di Yogyakarta hingga isu dugaan penyadapan Istana.
Merespons kegaduhan informasi ini, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir memberikan pernyataan singkat di Mabes Polri, Jakarta. Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kebenaran kabar tersebut.
"Nanti kami cek," ujarnya kepada awak media.
#Polri
...
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan kritik tajam bahwa masyarakat lokal seolah "hanya menumpang" di tanah mereka sendiri karena sebagian besar hutan dan sumber daya di Papua dikuasai oleh orang Jakarta, jenderal, serta para konglomerat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam sebuah forum resmi Papeda Summit 2026.
Pernyataan Elisa tersebut menyiratkan soal ketimpangan penguasaan bahwa masyarakat asli Papua tidak memiliki akses atau kepemilikan yang memadai atas hutan mereka sendiri. Pernyataan itu juga menyampaikan soal kekhawatiran terhadap wilayah tambang. Elisa memperingatkan bahwa tanpa perlindungan hukum yang jelas, masyarakat Papua akan tidak berdaya ketika ada pembukaan lahan atau tambang, karena hak atas tanah dan hutan sudah dikuasai pihak luar.
Elisa Kambu meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat urusan hukum dan pengakuan terhadap tanah masyarakat adat agar rakyat Papua memiliki legalitas dan dapat memproteksi wilayahnya.
#papua
#hutanpapua
#tanahadat
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan kritik tajam bahwa masyarakat lokal seolah "hanya menumpang" di tanah mereka sendiri karena sebagian besar hutan dan sumber daya di Papua dikuasai oleh orang Jakarta, jenderal, serta para konglomerat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam sebuah forum resmi Papeda Summit 2026.
Pernyataan Elisa tersebut menyiratkan soal ketimpangan penguasaan bahwa masyarakat asli Papua tidak memiliki akses atau kepemilikan yang memadai atas hutan mereka sendiri. Pernyataan itu juga menyampaikan soal kekhawatiran terhadap wilayah tambang. Elisa memperingatkan bahwa tanpa perlindungan hukum yang jelas, masyarakat Papua akan tidak berdaya ketika ada pembukaan lahan atau tambang, karena hak atas tanah dan hutan sudah dikuasai pihak luar.
Elisa Kambu meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat urusan hukum dan pengakuan terhadap tanah masyarakat adat agar rakyat Papua memiliki legalitas dan dapat memproteksi wilayahnya.
#papua
#hutanpapua
#tanahadat
...
Obrolan Redaksi Topik 10: "Menakar Manfaat Bendungan Lolak"
Obrolan Redaksi Topik 10: "Menakar Manfaat Bendungan Lolak" ...
Sepuluh tulisan dalam serial liputan mendalam “Menakar Manfaat Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Utara” telah terbit di Teras.id. Kini saatnya kami mengajak Anda melihat cerita di balik proses peliputannya.
Mengapa Zonautara.com kembali ke Bendungan Lolak?
Di lapangan, kami menemukan cerita yang tidak selalu sama. Ada petani yang sudah menikmati air irigasi, tetapi ada pula yang masih menunggu jaringan pengairan menjangkau sawahnya. Ada warga yang terus memperjuangkan ganti rugi lahan, sementara sejumlah fasilitas pendukung bendungan belum dimanfaatkan secara optimal.
Kami juga menelusuri dokumen pemerintah, mewawancarai berbagai pihak, hingga menggunakan citra satelit untuk membantu membaca kondisi persawahan selama kemarau 2026.
Bagaimana semua temuan itu dihimpun, diuji, dan diolah menjadi karya jurnalistik? Apa tantangan reporter di lapangan? Dan pertanyaan apa yang masih tersisa setelah sepuluh laporan diterbitkan?
OBROLAN REDAKSI: MENAKAR MANFAAT BENDUNGAN LOLAK
Bersama jurnalis Zonautara.com Marsal Datundugon ( @marshal_datundugon ) dan Neno Karlina ( @nenokarlina ) , serta dipandu Jufri Kasumbala ( @jufrikasumbala ).
📅 Senin, 2 November 2026
⏰ 19.00 WITA
📍 INSTAGRAM LIVE @zonautaradotcom
Kami mengundang Anda untuk bergabung, bertanya, dan berdiskusi. Sebab pembangunan tidak cukup hanya dinilai dari infrastruktur yang telah berdiri, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Serial liputan ini merupakan kolaborasi Zonautara.com bersama Tempo dan Teras.id.
Dukung keberlanjutan jurnalisme mendalam melalui langganan Teras Plus: s.id/dukungzu
Sampai bertemu di Obrolan Redaksi!
#ObrolanRedaksi
#BendunganLolak
#PSNSulut
#TerasID
Sepuluh tulisan dalam serial liputan mendalam “Menakar Manfaat Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Utara” telah terbit di Teras.id. Kini saatnya kami mengajak Anda melihat cerita di balik proses peliputannya.
Mengapa Zonautara.com kembali ke Bendungan Lolak?
Di lapangan, kami menemukan cerita yang tidak selalu sama. Ada petani yang sudah menikmati air irigasi, tetapi ada pula yang masih menunggu jaringan pengairan menjangkau sawahnya. Ada warga yang terus memperjuangkan ganti rugi lahan, sementara sejumlah fasilitas pendukung bendungan belum dimanfaatkan secara optimal.
Kami juga menelusuri dokumen pemerintah, mewawancarai berbagai pihak, hingga menggunakan citra satelit untuk membantu membaca kondisi persawahan selama kemarau 2026.
Bagaimana semua temuan itu dihimpun, diuji, dan diolah menjadi karya jurnalistik? Apa tantangan reporter di lapangan? Dan pertanyaan apa yang masih tersisa setelah sepuluh laporan diterbitkan?
OBROLAN REDAKSI: MENAKAR MANFAAT BENDUNGAN LOLAK
Bersama jurnalis Zonautara.com Marsal Datundugon ( @marshal_datundugon ) dan Neno Karlina ( @nenokarlina ) , serta dipandu Jufri Kasumbala ( @jufrikasumbala ).
📅 Senin, 2 November 2026
⏰ 19.00 WITA
📍 INSTAGRAM LIVE @zonautaradotcom
Kami mengundang Anda untuk bergabung, bertanya, dan berdiskusi. Sebab pembangunan tidak cukup hanya dinilai dari infrastruktur yang telah berdiri, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Serial liputan ini merupakan kolaborasi Zonautara.com bersama Tempo dan Teras.id.
Dukung keberlanjutan jurnalisme mendalam melalui langganan Teras Plus: s.id/dukungzu
Sampai bertemu di Obrolan Redaksi!
#ObrolanRedaksi
#BendunganLolak
#PSNSulut
#TerasID
...
Zonautara.com menjadi juara dalam AMSI Award 2026 untuk kategori Inovasi Konten dan Karya Jurnalistik Terbaik Media Skala Kecil.
Zonautara.com menjadi juara dalam AMSI Award 2026 untuk kategori Inovasi Konten dan Karya Jurnalistik Terbaik Media Skala Kecil. ...
FASILITAS WISATA BENDUNGAN LOLAK SEPI, ADA GAZEBO ROBOH
Sebuah gazebo beratap menyerupai huruf A tergeletak di tanah. Rangka kayunya terlepas, sebagian berserakan. Di sekelilingnya, rumput mengering dan sejumlah fasilitas tampak tidak terurus.
Inilah kondisi kawasan wisata Bendungan Lolak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, ketika dikunjungi tim Zonautara.com pada 13 Oktober 2026.
Beberapa gazebo lain masih berdiri. Patung pemimpin adat Bolaang Mongondow menghiasi bagian tengah taman. Jalur pejalan kaki dan fasilitas pendukung telah dibangun.
Namun, tidak terlihat petugas berjaga. Toilet untuk pengunjung juga tidak ditemukan. Sementara menara pandang bendungan dalam keadaan tertutup ketika tim tiba.
Padahal, kawasan wisata merupakan salah satu manfaat tambahan yang direncanakan dari pembangunan Bendungan Lolak, Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai sekitar Rp2,02 triliun yang diresmikan pada Februari 2024.
Lantas, siapa yang bertanggung jawab mengelola dan memelihara fasilitas tersebut?
Petugas Unit Pengelola Bendungan Lolak menjelaskan bahwa pengelolaan wisata berkaitan dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, tetapi belum berjalan sebagaimana direncanakan.
Ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab atas fasilitas yang rusak, petugas menyebut Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I masih menanganinya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan pemeliharaan fasilitas publik yang telah dibangun.
Mengapa fasilitas wisata sudah rusak sebelum pemanfaatannya berjalan optimal? Kapan pengelolaan kawasan ini mendapat kepastian?
Baca laporan Zonautara.com di sini: https://s.id/bendunganlolak07
Laporan ini merupakan bagian dari serial Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Utara.
Dukung jurnalisme independen Zonautara.com dengan berlangganan:
https://s.id/dukungzu
Sebab keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada peresmian. Fasilitas yang dibangun juga harus dirawat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
#TerasID
#BendunganLolak
#PSN
#BolaangMongondow
FASILITAS WISATA BENDUNGAN LOLAK SEPI, ADA GAZEBO ROBOH
Sebuah gazebo beratap menyerupai huruf A tergeletak di tanah. Rangka kayunya terlepas, sebagian berserakan. Di sekelilingnya, rumput mengering dan sejumlah fasilitas tampak tidak terurus.
Inilah kondisi kawasan wisata Bendungan Lolak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, ketika dikunjungi tim Zonautara.com pada 13 Oktober 2026.
Beberapa gazebo lain masih berdiri. Patung pemimpin adat Bolaang Mongondow menghiasi bagian tengah taman. Jalur pejalan kaki dan fasilitas pendukung telah dibangun.
Namun, tidak terlihat petugas berjaga. Toilet untuk pengunjung juga tidak ditemukan. Sementara menara pandang bendungan dalam keadaan tertutup ketika tim tiba.
Padahal, kawasan wisata merupakan salah satu manfaat tambahan yang direncanakan dari pembangunan Bendungan Lolak, Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai sekitar Rp2,02 triliun yang diresmikan pada Februari 2024.
Lantas, siapa yang bertanggung jawab mengelola dan memelihara fasilitas tersebut?
Petugas Unit Pengelola Bendungan Lolak menjelaskan bahwa pengelolaan wisata berkaitan dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, tetapi belum berjalan sebagaimana direncanakan.
Ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab atas fasilitas yang rusak, petugas menyebut Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I masih menanganinya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan pemeliharaan fasilitas publik yang telah dibangun.
Mengapa fasilitas wisata sudah rusak sebelum pemanfaatannya berjalan optimal? Kapan pengelolaan kawasan ini mendapat kepastian?
Baca laporan Zonautara.com di sini: https://s.id/bendunganlolak07
Laporan ini merupakan bagian dari serial Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Utara.
Dukung jurnalisme independen Zonautara.com dengan berlangganan:
https://s.id/dukungzu
Sebab keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada peresmian. Fasilitas yang dibangun juga harus dirawat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
#TerasID
#BendunganLolak
#PSN
#BolaangMongondow
...
AKSI MEMANAS, GAS AIR MATA DITEMBAKKAN!
Situasi di Perempatan Deutsche Bank, Bundaran HI, kian mencekam! Gas air mata mulai ditembakkan. Massa aksi diminta tetap waspada, saling menjaga, dan tidak meninggalkan kawan dalam situasi genting!
Pkl 18.30.WIB, 28 Oktober 2926
#BundaranHI #IndonesiaSadar #AksiMahasiswa #StaySafe #SuaraRakyat
AKSI MEMANAS, GAS AIR MATA DITEMBAKKAN!
Situasi di Perempatan Deutsche Bank, Bundaran HI, kian mencekam! Gas air mata mulai ditembakkan. Massa aksi diminta tetap waspada, saling menjaga, dan tidak meninggalkan kawan dalam situasi genting!
Pkl 18.30.WIB, 28 Oktober 2926
#BundaranHI #IndonesiaSadar #AksiMahasiswa #StaySafe #SuaraRakyat
...
Situasi aksi demo di sekitar Bundaran HI, Jakarta menjelag malam pada 28 Oktober 2026.
#bundaranhi
#aksidemo
Situasi aksi demo di sekitar Bundaran HI, Jakarta menjelag malam pada 28 Oktober 2026.
#bundaranhi
#aksidemo
...
MENANAM ATAU MENUNGGU AIR: DILEMA PETANI DI TENGAH KEMARAU
Markus (54) memiliki sawah di Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Bolaang Mongondow. Namun, sudah lama sawah itu tidak diolah.
"Tidak ada air, hanya mengharap hujan saja," katanya kepada Zonautara.com.
Di Mongkoinit Barat, Tohong mengalami kesulitan serupa. Pasokan air tak mencukupi, sementara bendung yang menjadi sumber pengairannya mengalami kerusakan.
Berbeda dengan keduanya, Ahmad (53) di Desa Lolak masih bisa menggarap sawah. Berkat jaringan irigasi yang berfungsi, ia mengaku dapat memanen padi hingga tiga kali setahun.
Tiga petani menghadapi kemarau yang sama, tetapi memiliki kesempatan menanam yang berbeda.
Bagi petani, menanam tanpa kepastian air berarti mempertaruhkan modal. Namun, menunggu hujan juga berarti kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan.
Padahal, ancaman kemarau telah diperingatkan BMKG sejak April 2026. Informasi disebut telah diteruskan melalui dinas pertanian dan penyuluh. Namun, sejumlah petani yang ditemui Zonautara.com mengaku tidak pernah menerima peringatan tersebut.
Data pemerintah mencatat 27 hektare padi sawah dan 947 hektare jagung terdampak kekeringan di Kecamatan Lolak.
Sementara analisis citra satelit Zonautara.com menemukan indikasi penurunan kondisi vegetasi pada sekitar 499 hektare sawah. Temuan ini bukan bukti pasti kekeringan atau gagal panen.
Bendungan Lolak senilai Rp2,02 triliun telah beroperasi. Namun, dari rencana layanan irigasi 2.214 hektare, BWS Sulawesi I menyebut baru 908 hektare yang menerima air.
Pertanyaannya, bagaimana peringatan iklim, data pertanian, dan pengelolaan irigasi bisa benar-benar membantu petani menentukan kapan harus menanam?
Baca laporan mendalam Zonautara.com:
https://s.id/bendunganlolak06
Laporan ini bagian dari serial PSN Sulawesi Utara dalam Edisi Khusus Teras.id: "Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran".
Dukung jurnalisme independen dengan berlangganan: https://s.id/dukungzu
Sebab bagi petani, sawah yang tak bisa ditanami bukan sekadar angka statistik. Ada penghidupan yang ikut tertunda.
#TerasID
#BendunganLolak
#PSN
#DuaTahunPrabowoGibran
MENANAM ATAU MENUNGGU AIR: DILEMA PETANI DI TENGAH KEMARAU
Markus (54) memiliki sawah di Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Bolaang Mongondow. Namun, sudah lama sawah itu tidak diolah.
"Tidak ada air, hanya mengharap hujan saja," katanya kepada Zonautara.com.
Di Mongkoinit Barat, Tohong mengalami kesulitan serupa. Pasokan air tak mencukupi, sementara bendung yang menjadi sumber pengairannya mengalami kerusakan.
Berbeda dengan keduanya, Ahmad (53) di Desa Lolak masih bisa menggarap sawah. Berkat jaringan irigasi yang berfungsi, ia mengaku dapat memanen padi hingga tiga kali setahun.
Tiga petani menghadapi kemarau yang sama, tetapi memiliki kesempatan menanam yang berbeda.
Bagi petani, menanam tanpa kepastian air berarti mempertaruhkan modal. Namun, menunggu hujan juga berarti kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan.
Padahal, ancaman kemarau telah diperingatkan BMKG sejak April 2026. Informasi disebut telah diteruskan melalui dinas pertanian dan penyuluh. Namun, sejumlah petani yang ditemui Zonautara.com mengaku tidak pernah menerima peringatan tersebut.
Data pemerintah mencatat 27 hektare padi sawah dan 947 hektare jagung terdampak kekeringan di Kecamatan Lolak.
Sementara analisis citra satelit Zonautara.com menemukan indikasi penurunan kondisi vegetasi pada sekitar 499 hektare sawah. Temuan ini bukan bukti pasti kekeringan atau gagal panen.
Bendungan Lolak senilai Rp2,02 triliun telah beroperasi. Namun, dari rencana layanan irigasi 2.214 hektare, BWS Sulawesi I menyebut baru 908 hektare yang menerima air.
Pertanyaannya, bagaimana peringatan iklim, data pertanian, dan pengelolaan irigasi bisa benar-benar membantu petani menentukan kapan harus menanam?
Baca laporan mendalam Zonautara.com:
https://s.id/bendunganlolak06
Laporan ini bagian dari serial PSN Sulawesi Utara dalam Edisi Khusus Teras.id: "Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran".
Dukung jurnalisme independen dengan berlangganan: https://s.id/dukungzu
Sebab bagi petani, sawah yang tak bisa ditanami bukan sekadar angka statistik. Ada penghidupan yang ikut tertunda.
#TerasID
#BendunganLolak
#PSN
#DuaTahunPrabowoGibran
...
